Sekotak hati terpetak-petakkan
Berniat juang tuk torehkan senyum
Memimpikan mencium sekotak batu hitam besar di Makkah
Akal labil mengimbaskan kelalaian fatal
Semangat ku terkapar lemas
Jantung ini sakit tak tertandingi
Otak ku beku tak berguna
Suasana ini memancing kebrutalan
Salah apa?
Hingga aku terbenam luka hitam
Berlumur ego dan gengsi bedebah
Takdir macam apa ini?
Hingga merendahkan aku dalam malu yang sangat
Mau aku meronta hebat tanpa kendali
Melukis lambang debat di lapisan lengan ini
Tiada jua mengerti aku Tuhan
Baru saja aku hidup kembali
Hatiku belum juga rapatkan tiap petak salah lalu
Sudah pula Kau ambil beberapa petak lagi
Saat itu ku nanti tiada akhir
Saat setiap petak terkumpuk genap
Saat tiap petak ku rekatkan dengan lembut
Saat hati ini berbentuk hati dan tak lagi berkotak-kotak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar