LAGUKU

Rabu, 14 Maret 2012

Terendam lalai, luka, dan malu



Sekotak hati terpetak-petakkan
Berniat juang tuk torehkan senyum
Memimpikan mencium sekotak batu hitam besar di Makkah

Akal labil mengimbaskan kelalaian fatal

Semangat ku terkapar lemas
Jantung ini sakit tak tertandingi
Otak ku beku tak berguna
Suasana ini memancing kebrutalan

Salah apa?
Hingga aku terbenam luka hitam
Berlumur ego dan gengsi bedebah
Takdir macam apa ini?
Hingga merendahkan aku dalam malu yang sangat

Mau aku meronta hebat tanpa kendali
Melukis lambang debat di lapisan lengan ini

Tiada jua mengerti aku Tuhan
Baru saja aku hidup kembali
Hatiku belum juga rapatkan tiap petak salah lalu
Sudah pula Kau ambil beberapa petak lagi

Saat itu ku nanti tiada akhir
Saat setiap petak terkumpuk genap
Saat tiap petak ku rekatkan dengan lembut
Saat hati ini berbentuk hati dan tak lagi berkotak-kotak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar