Apa aku pantas?
Apa mereka tak salah pilih?
Tuhan…. Apa ini jalanku?
Yang aku harapka semua ini adalah kegembiraan
Bukan beban yang amat mendalam
Kucoba pahami diriku
Diri yang betapa mudah semangat dan betapa mudah terpuruk
Membayangkan hati ini sakit begitu tercabik
Ketika mereka yang ku lihat berlari
Seentara….
AKU MERANGKAK…
Nestapanya saat satu persatu mereka dapat perhatian lebih
Sementara….
AKU TERABAIKAN
Tolong lihat aku…
Lihat aku …
Tolong hargai aku…
Hargai aku …
Baik… aku pahami di atas langit masih ada langit
Perjuanganku bukan apa-apa
Baik… ku tau di fikiran kalian
Mentalku jongkong dan semangatku duafa
Tapi apa iya kalian tak
memahami?
Aku ingin bisa
Aku datang
Aku berjuang
Aku korbankan semua
Aku prioritaskan kalian
Meskipun kalian anggap aku tak ada
Setelah sadari semua ini biarkan aku mendapat kelebihan
sedikit-demi sedikit
Karna aku tak bisa instan
Musuh adalah guru terbaik….
Ya… itu benar
Namun di mana martabat raga ini
Saat musuhku melihat sendiri kelemahanku
Aku inginkan emas…
Dan bisa saja emas seketika jadi batu cadas
Saat aku dibantai oleh musuh sekaligus guruku itu
Memang aku trauma di buang…
Hanya kalian tak tau jika sekali dibuang mungkin aku tak
akan kembali
Tapi kalian lakukan itu
Semakin ku coba memahami bekas rasa ini yang dulu seakan
membayangi
Jujur aku belum menyerah
Aku masih ingin mencoba…
Maka dari itu YA ALLAH beri hambamu ini kekuatan, kemudahan,
dan keridhoanmu…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar