Tanpa kau sadari
Kau tabur serbuk mesiu
Entah tak tau atau pura2 tak tau
Sebenarnya Aku yang pegang pemantik..
Jika ia Tanya apa aku sanggup?
Jika ia Tanya apa aku tega?
Ya aku sanggup dan tega…
Tapi tak akan ku lakukan
Karna bukan aku yg kan menyulutnya
Buka aku yang akan mengobarkan api
Bukan aku yang kan membakar mesiu di sekelilingmu
Mungkin orang ke sekian di antara kita…
Bisa saja dirimu sendiri, Yang menyulut mesiu itu
Bahkan bukan hanya dengan sekedar pemantik
Namun obor pesakitan yang jauh lebih membara
Jauh lebih panas dari api biru yang menjilat-jilat
Apa kau siap?
Sementara bahkan mesiu yang kau tabur itu bercabang
Mengepung sangka setiap insan yang kau sesatkan
Jangan ragu…
Karna aku menyayangimu meski kau tak tau
Karna aku membantumu meski kau tak perduli
Dan karna aku rela kau habis mengabu
Maka itulah yang kan membuatmu tau
Bahwa tak setiap mawar mampu kau patahkan durinya tanpa
memetiknya dari tangkai
Tidak ada komentar:
Posting Komentar