LAGUKU

Rabu, 14 Maret 2012

Karang Negriku Kini Malang


 
Berlimpah intan dan emas
Subur hijau rindang untuk para teman
Itu…. Dulu…!!!

Kini punggung jalan bertirai kaki lima
Kini tanah bertahta sampah
Sungaiku jernih…? Kini ikan berganti limbah

Negriku yang dulu setegar karang
Yang dulu macan Asia
SEKARANG…
Hanya dengan sekali hirup ratusan pembunuh mengendap di organ

Sang biru putih payungi bumi ini sakit
Wajahnya pucat
Marahnya adalah lapar dan haus
Tangisnya adalah hanyut dan tenggelam
Bahkan kadang ia menangis di antara tangisan

Sebelum ’45 kami ingin masa depan
Setelah ’45 kami patut dikasihani
Karena serakah, janji palsu, dan keangkuhan

Demi kami nereka mati
Demi kami mereka rela mengecap pahitnya nuklir dan peluru
Demi kami mereka kehilangan kami
Dan demi kami para pahlawan tetap tersenyum dalam malang

Dunia tua dan layu bukan karena mantra
Segala menjulang bukan karena kutukan
Namun karena Tuhan marah pemberiannya digunakan dengan sungguh tak wajar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar