LAGUKU

Senin, 18 Juni 2012

Tatapan Ibu

nyawa, peluh, dan tekatmu untukku
ragamu nan hangat memelukku
doamu begitu dahsyat membentengiku

inginku penggal kisah saat air mata duka mengalir untukku
akan ku jadikan realita, anganku saat kau di depan Ka'bah bersujud
ku pangkas dalam doa setiap perbuatan yang menoreh luka di relung kalbumu
tiada akhir cita untuk matamu yang berbinar oh... Ibu...

Ya... Ibu..
Jangankan pelukan, tatapanmu saja hangat bagai mentari pagi
Bahkan Rosulullah menempatkanmu dalam tiga uruta pertama 

Di mana kakimu menapak di situlah aku menanam hormat
dan dalam kata keluh ah... dan uh...ku aku sesali sedalam palung hati

Bukan dengan ragaku ku cicil budimu...
dengan doa, dan semangat niat aku bangun istana untukmu
ditemani gairah dan gaya kasih sayang luar biasa kupastikan senyummu

Karena di tangisanmu aku sengsara ibu...
Karena di bawah restumu aku hidup ibu...
Karena di tawa riangmu kebahagiaanku ibu.. .

Kaulah cahaya bintang dalam kelam sepi tiap peristiwa dan batin ini...
Kaulah anugrah terindah, dan perhiasan termahalku, Ibu....     


190612


3 komentar:

  1. osh sempai cantik ( mumpung lagi boong pai) heheheh apapun yang telah tersirat dan tersurat dalam tulisan dan goresan tanganmu aku adalah satu denganmu pai...satu dalam melihat, mendengar, merasakan, memahami Ibu. heheh

    BalasHapus
  2. Aku jadi merinding Pai... you know what? ketika tulisan digoreskan bukan dengan tangan tapi dengan hati maka anggota tubuh yang lain akan ikut bergetar.. i like it!!

    BalasHapus
  3. makasih hamdan.... itulah ibu bagiku.... smg kita dapat membahagiakan ibu...
    eh komen nah yang lain wkwkwkw....

    BalasHapus