berita datang silih berganti berswama angin dan waktu
sementara setiap orang mematung bagai batu
lelah hati memaksakan motivasi yg terajut
pernahah mereka berfikir peduli meski satu jengkal?
di mana martabat sebuah kata yang kalian galang-galang di awal cerita?
proses macam apa yang kalian perjuangkan di tengah krisisnya penghagaan diri?
kesenjagan sosialkah yang ingin diramu dalam kerindangan ini...?
kekecewaan kuhalau dengan tembok seribu meter
namun kau halau pula dengan mesin canggih penggilas kepercayaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar