LAGUKU

Minggu, 10 Juni 2012

Jejak Persaudaraan

sepenggal hidup terkenag
mata yang berbinan tenggelam suram
hati habis tak berinang
emosi membusuk berkarat mengenaskan
inilah jiwa raga kami demi sebuah bintang

menempa diri setajam belati
meski awal beberapa hingga kini bagai sendiri
membanting harga diri hingga enyah gengsi
bergerak bagai mesin tak kenal kata mati
beruntunglah kawan setia serupa malaikat menghampiri

bersama saudara baru kami melangkah bergandeng tangan
hingga titik akhir air mata membuncah
nafas jeda demi jeda terbakar musnah
mengingatkan kami unruk tetap lari dan merangkak bersama
maninggalkan jejak yang kini jadi kenangan

bukan atas nama obsesi kami  bersatu
tidak untuk harga diri lelah ini kami simpul
munafik segala, jika kami kata tiada kecewa
bahkan kemurnian yang ternodai kami telan hingga nyaris muntah

dan dalam persaudaraan ini kami ucap syukur tiada tara
atas kasih Tuhan yang tak terhitung indahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar