sepenggal hidup terkenag
mata yang berbinan tenggelam suram
hati habis tak berinang
emosi membusuk berkarat mengenaskan
inilah jiwa raga kami demi sebuah bintang
menempa diri setajam belati
meski awal beberapa hingga kini bagai sendiri
membanting harga diri hingga enyah gengsi
bergerak bagai mesin tak kenal kata mati
beruntunglah kawan setia serupa malaikat menghampiri
bersama saudara baru kami melangkah bergandeng tangan
hingga titik akhir air mata membuncah
nafas jeda demi jeda terbakar musnah
mengingatkan kami unruk tetap lari dan merangkak bersama
maninggalkan jejak yang kini jadi kenangan
bukan atas nama obsesi kami bersatu
tidak untuk harga diri lelah ini kami simpul
munafik segala, jika kami kata tiada kecewa
bahkan kemurnian yang ternodai kami telan hingga nyaris muntah
dan dalam persaudaraan ini kami ucap syukur tiada tara
atas kasih Tuhan yang tak terhitung indahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar