Gadis itu molek indah rupawan
Rambut hitamnya terurai riang
Senyum mautnya menyingkap pandangan
tajam
Salahkah…?
Jika seorang pangeran gagah budiman
Bak gayung bersambut mendekap lara
hatinya
Menimang luka yang sejenak lalu
menyambar takdirnya
Hingga puluhan putri kraton menatap
sinis padanya
Melempar sontakan kata dan umpatan
kejam
Karna kalah bersaing dengan gadis
jelata
Perhatikanlah Ia Pangeranmu wahai
gadis lugu..
Ketangguhan itu menyulapmu bertekuk
lutut
Bagai guci dinasti han yang jadi
rebutan ratu
Pangeranmu…
Nampak kokoh, langka, dan halus…
Namun cobalah dekati dengan segenap
sadar diri
Glasuran guci buruan itu retak tak
teratur
Sementara para kolektor masih saja
berharap memiliknya
Kepalsuannya menelan habis
kesadaranmu… wahai gadis rupawan
Manis rayuannya sempurna butakan mata hatimu … wahai gadis jelita
Bahasa tubuhnya menguras kering akal
sehatmu…wahai gadis periang
untuk saudariku "si anak TK"
BalasHapus