LAGUKU

Selasa, 05 September 2017

SEBERAPA SAYA MAMPU BERHEMAT?

Kali ini saya akan menceritakan bagaimana saya hidup dengan uang yang tidak ditakar oleh atasan.
Sudah 5bulan saya hidup dengan uang hasil jerih payah saya sendiri ditambah dengan sebagian uang pemberian dari orang lain. Hehe....
Saya menulis kisah ini untuk mengingatkan betapa pentingnya berhemat ketika kita punya uang yang cukup(tidak harus banyak) untuk kemudian sisanya kita tabung.
Karena kita tidak tau apa tanggungjawab dan kebutuhan tidak terduga di masa depan.

Menurut saya, saya sudah bekerja keras, orang tidak perlu tahu seberapa keras perjuangan saya.
Tapi karena istilah "kerja keras" itu relatif tentu saja banyak orang yang menilai bahwa apa yang saya lakukan belum bisa dibilang kerja keras.

Dibalik kerja keras saya ada beberapa kisah yang menurut saya patut untuk saya kenang sampai kapan pun.
Diantaranya, bulan lalu saya mampu menjalani keseharian selama seminggu hanya dengan uang 8rb di dompet, memang hanya itu sisa uang saya. Bahkan saya kaget bagaimana bisa saya bertahan selama seminggu hanya dengan uang 8rb.
Lalu, 3 hari yang lalu saya ke bank untuk menambah saldo guna membayar asuransi(bukan uang saya), setelah saya masuk mengambil antrian, mengisi formulir dan duduk manis mengantri saya baru sadar bahwa di bank ada tukang parkir dan saya butuh uang untuk membayar parkir sejumlah minimal seribu sementara selain uang yang akan saya setorkan di dompet uang saya tinggal 500rupiah. Segera saya keluar dan mengecek adakah uang receh untuk menggenapi uang parkir rupanya saya masih cukup beruntung dengan menemukan uang seratus rupiah di bagasi motor maka untuk parkir uang saya masih kurang 400rupiah. Saya berpikir keras bagaimana cara untuk mendapatka 400rupiah, bahkan saya berencana meminta uang ke orang di sebelah saya tapi saya urungkan niat tersebut dan memilih untuk mengatakan sejujurnya kepada tukang parkir bahwa uang saya kurang. Dan Alhamdulillah saya masih lebih beruntung lagi ketika akan meninggalkan bank tukang parkir tidak meminta uang parkir kepada saya, mungkin karena saya datang ke bank sebelum bank buka dan sebelum tukang parkirnya datang.
Kemudian, dulu saya selalu memenuhi kebutuhan pribadi dengan barang2 yang original dan rutin berbelanja setiap bulan plus jajan. Tapi ternyata dengan uang mepet saya mampu menyiasati segalanya, saya tidak lagi belanja setiap bulan di swalayan. Saya memilih membeli suatu barang yang benar2 dibutuhkan di warung terdekat. Saya tidak pernah lagi jajan makanan kecil dan memilih berfikir di rumah sudah ada makanan yang bisa saya cemil(tiap hari di rumah saya ada ubi). Untuk parfum saya bisa pakai kisspray, untuk sampo saya bisa pakai sampo ibu saya, vitamin rambut saya coret dari daftar kebutuhan, kebutuhan lainnya saya Alhamdulillah masih bisa saya penuhi dari pendapatan saya yg datang dan pergi tak tetap waktunya.

Di luar pendapatan saya, saya tau ada orang lain yang peduli kepada saya dan selalu memberi saya uang. Namun ketika saya tahu mereka jauh lebih membutuhkan uang dari pada saya, saya lebih memilih menolak dan atau tidak meminta. Kecuali untuk kebutuhan penting seperti uang akomodasi untuk saya berobat.

Yang selalu saya pikirkan adalah coba dari dulu saya hidup hemat tanpa banyak tuntutan kebutuhan dan jajan tentunya. Kemudian uang tersebut saya tabung mungkin saya sekarang bisa membeli segala sesuatu yang harus saya cicil dengan uang saya sendiri.

Allah memang tidak pernah ingkar janji bahwa Ia akan mengabulkan doa hamba-Nya dan akan membayar setiap kebaikan dan kerja keras hamba-Nya. Kemarin saya mendapat rejeki yang tidak terduga dari asal yang tidak terduga pula. Saya merintis toko online di situs penjualan online yang sedang hits dan Alhamdulillah dari sana saya dapat secerca harapan untuk memperbaiki kondisi keuangan saya.
Sudah bukan jamannya lagi saya menyesali segala keputusan saya, meski terkadang saya rindu masa lalu tapi saya sadar diri bahwa hidup harus tetap berjalan dengan segala akal dan inovasi yang masih bisa saya rancang dan rencanakan.

Kamis, 18 Mei 2017

AKU RELA DIBENCI JIKA LIDAHKU MENAMBAH DUKA DI HIDUPMU

Hari ini aku utarakan sisa ceritaku yang aku rasa pantas untuk kamu dengarkan
Malam ini aku tangisi apa yang kamu pikirkan terhadapku
Malam ini aku sesali segala perkataanku
Tapi tidak aku sesali kejujuranku
Kejujuranku yang menyakitimu akan memberikan kebahagiaan sempurna
Tapi kebohongan yang kamu pilih akan memberikan kebahagiaan semu
Aku hanya ingin memberikan yang terbaik untukmu

Jika kamu sedang ada dalam kepalsuan, harusnya ini tidak aku ambil hati
Jika kamu merasa sendiri dan tidak ada yang mengertimu harusnya kamu ingat Allah tidak mempertemukan kita secara kebetulan atau hanya untuk bersenang-senang saja

Sejak dalam kandungan kita adalah pemeneng
Kita harus memerangi diri sendiri dan segala kesulitan bersama, hingga akhir
Aku tidak meminta kebahagiaanmu saja, aku tidak menerima kesusahanmu saja
Aku meminta semuanya dalam porsi yang wajar untuk kemudian aku kembalikan kepadamu dalam sebuah pilihan dan kamu pilih sendiri mana yang terbaik untukmu
Karena aku yakin sebenarnya kamu tahu, apa yang tebaik untukmu sendiri
Sementara aku bertugas mendampingi dan mendukungmu.

Dukunganku, semangatku, doaku, pembelaanku, kasih sayangku, pengertianku, harapanku untukmu semua memang kadang tidak aku suguhkan mentah-mentah di hadapanmu
Terkadang semua itu terselubung dalam perkataan dan aku tahu kamu tidak sebodoh itu menelannya mentah-mentah pula
Sekarang aku tahu bahwa kamu salah terima, sebenarnya tidak masalah karena aku pun tidak rugi apa-apa toh kita tetap bisa seperti biasanya
Tapi berapa lama kamu sembunyikan itu?
Tapi bagaimana bisa secara otomatis aku tahu apa yang terjadi padamu?
Tapi apa yang kamu pikirkan tentang aku?
Aku seperti parasit yang menempel pada inangnya, karena aku terus saja bercerita segalanya tentang hidupku, sementara kamu memendam sakit hati yang tak bisa aku ukur.

Sebagian candaan yang menjadi pukulan berat untukmu, sungguh aku tak bermaksud
Caraku mengimbangi pernyataan di dalam obrolan yang membuatmu menangis, sungguh aku tak bermaksud
Ingatlah apa yang aku katakan ketika kita bertemu berdua dan bertatap muka, sungguh aku mendukungmu seutuhnya.

Terimakasih kamu selalu ada di sisiku ketika aku butuhkan sekalipun kamu pendam suatu kebencian
Terimakasih kamu bersedia mendengarkan segala ceritaku  sekalipun bertolakbelakang dengan hidupmu
Terimakasih kamu masih sudi menjadi sahabatku meski telah aku goreskan luka yang dalam dihatimu
Dan terimakasih karena kamu telah terlahir di dunia ini

Kamu bukan temanku
Kamu juga bukan sahabatku
Tapi kamu adalah keluargaku

Kamis, 30 Maret 2017

BAGAIMANA DUNIA DAN MANUSIA?

Apakah dunia ini marah karena dia tak lagi terjaga, kemudian membuat manusia menjadi gila?
Hingga pembantaian, kepalsuan dan penderitaan menjadi hal wajar

Ataukah karena dunia terlalu baik memberikan apa yang ia punya tanpa batas?
Hingga manusia menjadi tamak dan serakah

Ataukah manusia yang tak tau balas budi membuat dunia tak mau tahu apa yang terjadi di dalamnya?

BAHAGIA UNTUK SAHABAT

Sahabatku, salah satu sahabatku telah menemukan pendampingnya
Seseorang yang tak perlu dan tak mempermasalahkan masa lalunya

Bagaimana harus aku lukiskan kebahagiaan atas namamu?
Sejak jiwaku bangkit karena kamu dan persahabatan kita bersebelas
Kamu selalu jadi bagian hidupku, menjadi pelengkap kotak-kotak yang ada di hatiku
Menemaniku, mendengarkanku dan selalu mengerti aku

Selamat sahabatku, semoga hidupmu selalu lengkap dan bahagia

HARGA DIRI

Seberapa ringan pun keinginan seorang wanita
Pria tetap membutuhkan harga diri, agar dirinya dan wanitanya tidak diremehkan
Seorang wanita juga harus mengerti
Meski waktu akan lebih cepat jika tanpa syarat
Wanita harus mengikuti jalan yang telah sang pria pilih

Aku mau tanpa syarat, aku bisa menutup mata dan telinga
Namun aku mengerti bagaimana perasaanmu
Karena itu aku mencoba mengikuti aturan permainanmu

Dan tujuannya adalah tetap SATU

SEPIMU KEGELISAHANKU

Aki tak mau kamu kesepian
Aku benci jika kamu kesepian
Karena aku tau seberapa luas kekosongan di hatimu
Alu bisa mengisinya tapi tidak sepenuhnya
Aku di sampingmu tapi tidak setiap saat

Kesepianmu menjadi kegelisahanku
Aku benci ketika bisa bersamamu tapi ada orang lain
Tapi aku lega setidaknya kamu tidak kesepian

Aku merasa bersalah ketika harus membiarkanmu sendiri
Segala tempat tanpamu membuatku penat
Maka seperti perkataanmu, aku pun tanpa jeda menunggumu membebaskanku

Kamis, 16 Maret 2017

BERUSAHA MENERIMA DIRI SENDIRI DENGAN APA ADANYA

Sampai sekarang aku tetaplah seseorang yang kuat dengan kemampuan tak terbatas.
Aku mungkin tidak seperti dulu dan makin tidak sempurna
Maka wajar jika ada orang yang memandang remeh kepadaku
Hanya aku juga tidak suka dikasihani tapi aku suka diperhatikan
Tidak mau juga dibedakan dengan yang lain tapi aku mau dianggap setara dan diperadakan
Seseorang berkata kepadaku jangan bernapas dengan terlalu cepat, jangan kedipkan mata terlalu cepat, jangan jadi orang yang akan dianggap tidak kuat.
Aku merasa sagat menyedihkan karen bahkan orang yang terdekat denganku tidak mengerti perubahan dalam fisiku

Berapa kali pun aku jelaskan kepada mereka yg penuh tanya, kenapa aku menjadi seakan tak berbinar
Akan percuma jika mereka tidak melihat apa yg terjadi padaku di diri mereka
Mungkin mereka pernah juga merasakan sakit, tapi rasa sakit yang berbeda akan menciptakan peristiwa dan rasa hati yang berbeda pula.

Perubahan fisik mungkin tidak terlalu menganggu orang lain
Tapi perubahan sifatku bisa membuat beberapa tidak menghargaiku, bahkan mereka yang mendampingiku sejak lahir,
Seakan sifat yang baru muncul melanggar norma dan kebiasaan dengan tak terarah
Di sisi lain aku pun tak mampu mengendalikan gejolak dalam hati
Hatiku sakit, sakit beserta pikiranku yang tak dapat aku taklukan

Kemudian apakah ada beberapa celah saja untuk membuat mereka menjadi mengerti
Bahwa aku tidak akan pernah sudi kembali jika mereka tidak menyadari bahwa yang terjadi dalam diriku bukanlah kesalahanku semata, bukanlah keinginanku dan bukan kelemhanku
Sibuk mencari alasah adalah kegiatan mereka, ketika aku mendekat mereka berkata mungkin karena ini dan itu, padahal mereka ikut andil dalam setiap ketidaknyamananku

Ketika apa yang terjadi pada diriku aku anggap itu adalah bayaran atas kesalahanku kepada orang lain.
Namun ternyata aku pun lupa berapa banyak orang yang telah berbuat baik kepadaku dan aku belum bisa membayarnya.

Jika menjadi seperti ini adalah jalanku, aku akan mencoba menerimanya
Beruntunglah selalu ada seseorang yang diberikan oleh Tuhan kepadaku
Untuk menjadi pengobat kecewaku kepada mereka yg tidak melihat dengan hati ke arahku
Bisa saja dia juga sedang berusaha dan belajar menerima dan mengendalikanku
Meski di sisi lain aku sering bertingkah tanpa pikiran.

Senin, 27 Februari 2017

TERIMAKASIH

Terimakasih untuk pengertianmu meski egoku membanjirimu
Terimakasih untuk kesabaranmu meski emosiku meluap tiada pasti
Terimakasih untuk cintamu yang menerimaku apa adanya
Terimakasih untuk nasehatmu setiap aku berbuat salah dan mengulang kesalahan
Terimakasih untuk memilihku sebagai labuhan terakhirmu
Terimakasih untuk saran yang tak pernah meleset
Terimakasih untuk rizki yang melalui tanganmu
Terimakasih untuk kekuatan yang kau berikan padaku

AKU MENCINTAIMU SELAMANYA

Sebagian semangatmu telah habis, membuatmu menangis dan harus lebih kuat
Aku yakin nanti kamu mampu adil dan berpengaruh
Tidak aku pungkiri pernah membuatmu kecewa
Namun aku sungguh telah menjadikanmu sepatuh hidupku
Jika aku tau kamu yang pergi maka separuh hidupku akan tetap berakhir

Aku dan kamu berjuang mati-matian mendapatkan kemenangan di setiap tahap tantangan
Kita berhasil tapi masih banyak tantangan yang menanti di waktu mendatang
Hanya bersamamu akan aku taklukkan semua tantangan
Hanya denganmu akan kubuktikan tekadku

Kita mencoba sebuah peruntungan bersama
Kita membuat suram menjadi senyum
Kita adalah satu paket
Kita tidak akan kalah dengan ego masing-masing

Jika aku menyerah kamu menyemangatiku
Jika kamu menyerah aku menyemangatimu

Segala yang hancur telah kita satukan bersama
Kini masuk ke tahap baru aku harus bertahan
Kamu harus berusaha
Tidak akan sulit jika ada kamu
Tidak akan sakit jika ada kamu

Aku menjadikan kamu bagian hidupku selamanya
Beberapa langkah lagi kita akan sempurna
Jangan lupa berdoa dan berusaha

I LOVE U, UNI

Selasa, 03 Januari 2017

SIAP SIAP MENUTUP BUKU CERITA

Aku percaya cinta itu ada tapi aku tidak percaya bahwa cinta itu buta dan mampu mengalahkan segalanya.
Aku bisa dapatkan cintamu tapi aku tak bisa dapatkam kamu.

SERIUS?

Hari ini Rabu, 4 Januari 2017. Aku mulai merasa hancur karena aku bahkan tidak pantas masuk dalam sebuah pilihan.
Kemarin malam aku mencoba membuat kamu tau apa yang ada di dalam pikiranku, hebatnya kamu sudah tau apa yang aku pikirkan dan lebih luar biasa lagi kamu masih bisa bersabar dan ingin tetap bersamaku.
Hanya kamu yang aku mau, hanya kamu yang aku inginkan.
Tidak akan pernah ada orang lain sepertimu yang begitu hebat dan sangat mengerti aku.
Sementara aku telah gagal menjadi seseorang yang seharusnya bisa kamu harapkan.

Aku tau waktu ini akan tiba di mana kamu bahkan belum berani memiliki aku tapi kita sudah menerobos teralu jauh dalam dunia suka duka yang bertahun-tahun lalu pernah kita jalani bersama.
Sejujurnya aku tak pernah menyesal selama ini hidup dengan pengakuan bahwa kau adalah kekasihku
Aku bahagia benar-benar bahagia bersamamu selama ini terlepas bagaimana selama ini aku pernah menangis bukan karenamu tapi karena aku telah gagal.

Kali ini aku tak main-main, lebih baik kamu penuhi kewajibanmu dari pada bertahan dalam sesuatu yang mungkin kelak akan menjadi penyesalan terbesarmu.
Jika hanya untuk sementara aku akan bertahan tapi jika untuk seterusnya aku tak akan mampu menahan rindu.
Kemudian sebuah kalimat yang aku ucapkan kepadamu untuk jangan pernah tinggakan aku, lupakan saja,
Ternyata aku yang akan meninggalkanmu, sebagai seorang yang pernah bersamamu, aku sudah bahagia.
Kesedihanku nanti adalah bayaran yang harus aku pertanggungjawabkan atas kegagalanku terhadapmu.
Kamu telah bebas, peringatan dan permintaanku selanjutnya setelah ini adalah tipuanku agar kamu tetap merasa sama.
Akan aku manfaatkan waktu yang tersisa untuk bersamamu seperti biasa, sama dan membuatmu tersenyum sebisaku.

Aku tak berhak memintamu tetap di sini atau memintamu untuk membawaku karena aku bukan siapa-siapa.
Namun kamu akan tetap segalanya bagiku selamanya sampai aku mati.
Omong kosong semua janji dan harapan di antara kita. Aku tutup buku cerita kita. Hanya akan aku buka jika kau dengan niat baik dan murni datang padaku dan menjadikanku belahan jiwamu seutuhnya.
Tidak ada yang tidak aku ketahui tentangmu, rasa takutmu, rasa inginmu, rasa sedihmu, rasa sakitmu, kebingunganmu, penyesalanmu, tekatmu, permainanmu, rahasiamu dan kelelahanmu.
Akan aku simpan di hatiku yan terdalam.
Maafkan aku yang telah gagal ini.
Terimakasih atas segalanya.
Sungguh aku mencintaimu dan nyawaku adalah saksinya.