Sampai sekarang aku tetaplah seseorang yang kuat dengan kemampuan tak terbatas.
Aku mungkin tidak seperti dulu dan makin tidak sempurna
Maka wajar jika ada orang yang memandang remeh kepadaku
Hanya aku juga tidak suka dikasihani tapi aku suka diperhatikan
Tidak mau juga dibedakan dengan yang lain tapi aku mau dianggap setara dan diperadakan
Seseorang berkata kepadaku jangan bernapas dengan terlalu cepat, jangan kedipkan mata terlalu cepat, jangan jadi orang yang akan dianggap tidak kuat.
Aku merasa sagat menyedihkan karen bahkan orang yang terdekat denganku tidak mengerti perubahan dalam fisiku
Berapa kali pun aku jelaskan kepada mereka yg penuh tanya, kenapa aku menjadi seakan tak berbinar
Akan percuma jika mereka tidak melihat apa yg terjadi padaku di diri mereka
Mungkin mereka pernah juga merasakan sakit, tapi rasa sakit yang berbeda akan menciptakan peristiwa dan rasa hati yang berbeda pula.
Perubahan fisik mungkin tidak terlalu menganggu orang lain
Tapi perubahan sifatku bisa membuat beberapa tidak menghargaiku, bahkan mereka yang mendampingiku sejak lahir,
Seakan sifat yang baru muncul melanggar norma dan kebiasaan dengan tak terarah
Di sisi lain aku pun tak mampu mengendalikan gejolak dalam hati
Hatiku sakit, sakit beserta pikiranku yang tak dapat aku taklukan
Kemudian apakah ada beberapa celah saja untuk membuat mereka menjadi mengerti
Bahwa aku tidak akan pernah sudi kembali jika mereka tidak menyadari bahwa yang terjadi dalam diriku bukanlah kesalahanku semata, bukanlah keinginanku dan bukan kelemhanku
Sibuk mencari alasah adalah kegiatan mereka, ketika aku mendekat mereka berkata mungkin karena ini dan itu, padahal mereka ikut andil dalam setiap ketidaknyamananku
Ketika apa yang terjadi pada diriku aku anggap itu adalah bayaran atas kesalahanku kepada orang lain.
Namun ternyata aku pun lupa berapa banyak orang yang telah berbuat baik kepadaku dan aku belum bisa membayarnya.
Jika menjadi seperti ini adalah jalanku, aku akan mencoba menerimanya
Beruntunglah selalu ada seseorang yang diberikan oleh Tuhan kepadaku
Untuk menjadi pengobat kecewaku kepada mereka yg tidak melihat dengan hati ke arahku
Bisa saja dia juga sedang berusaha dan belajar menerima dan mengendalikanku
Meski di sisi lain aku sering bertingkah tanpa pikiran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar