Hari ini Rabu, 4 Januari 2017. Aku mulai merasa hancur karena aku bahkan tidak pantas masuk dalam sebuah pilihan.
Kemarin malam aku mencoba membuat kamu tau apa yang ada di dalam pikiranku, hebatnya kamu sudah tau apa yang aku pikirkan dan lebih luar biasa lagi kamu masih bisa bersabar dan ingin tetap bersamaku.
Hanya kamu yang aku mau, hanya kamu yang aku inginkan.
Tidak akan pernah ada orang lain sepertimu yang begitu hebat dan sangat mengerti aku.
Sementara aku telah gagal menjadi seseorang yang seharusnya bisa kamu harapkan.
Aku tau waktu ini akan tiba di mana kamu bahkan belum berani memiliki aku tapi kita sudah menerobos teralu jauh dalam dunia suka duka yang bertahun-tahun lalu pernah kita jalani bersama.
Sejujurnya aku tak pernah menyesal selama ini hidup dengan pengakuan bahwa kau adalah kekasihku
Aku bahagia benar-benar bahagia bersamamu selama ini terlepas bagaimana selama ini aku pernah menangis bukan karenamu tapi karena aku telah gagal.
Kali ini aku tak main-main, lebih baik kamu penuhi kewajibanmu dari pada bertahan dalam sesuatu yang mungkin kelak akan menjadi penyesalan terbesarmu.
Jika hanya untuk sementara aku akan bertahan tapi jika untuk seterusnya aku tak akan mampu menahan rindu.
Kemudian sebuah kalimat yang aku ucapkan kepadamu untuk jangan pernah tinggakan aku, lupakan saja,
Ternyata aku yang akan meninggalkanmu, sebagai seorang yang pernah bersamamu, aku sudah bahagia.
Kesedihanku nanti adalah bayaran yang harus aku pertanggungjawabkan atas kegagalanku terhadapmu.
Kamu telah bebas, peringatan dan permintaanku selanjutnya setelah ini adalah tipuanku agar kamu tetap merasa sama.
Akan aku manfaatkan waktu yang tersisa untuk bersamamu seperti biasa, sama dan membuatmu tersenyum sebisaku.
Aku tak berhak memintamu tetap di sini atau memintamu untuk membawaku karena aku bukan siapa-siapa.
Namun kamu akan tetap segalanya bagiku selamanya sampai aku mati.
Omong kosong semua janji dan harapan di antara kita. Aku tutup buku cerita kita. Hanya akan aku buka jika kau dengan niat baik dan murni datang padaku dan menjadikanku belahan jiwamu seutuhnya.
Tidak ada yang tidak aku ketahui tentangmu, rasa takutmu, rasa inginmu, rasa sedihmu, rasa sakitmu, kebingunganmu, penyesalanmu, tekatmu, permainanmu, rahasiamu dan kelelahanmu.
Akan aku simpan di hatiku yan terdalam.
Maafkan aku yang telah gagal ini.
Terimakasih atas segalanya.
Sungguh aku mencintaimu dan nyawaku adalah saksinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar