aku ingin pergi jauh menapak awan
berdialog dengan para dewa kematian
menjelma sebagai peri kecil yang bebas
bergumam pelan tanpa telinga
aku berharap bisa menulis naskah takdir
menghapus tiap gundukan sial
memecah asa yang bertautan
merobek halaman terakhir yang bertuliskan 'tamat'
irama angin yang bersaut-sautan
tersaman oleh petir atlas
kayu yang terpahat ukiran naga
ketangguhan terkubur pasir sesal
burung terbang melayang mandiri
abu jimat tersingkap singkat
duduk rapi, ruangan keramat
kepalan tangan kuat terjerat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar