LAGUKU

Selasa, 08 Januari 2013

Merak Berbulu Perak

Makhluk berwujud unggas dengan pesona kipas sang Maha Agung
Ia tak bisa bicara...!
Sulit baginya untuk menerka...!

Rahasia yang masih belum terungkap, sulit terungkap atau justru terpendam hingga ajal
Merak itu tertegun di bawah naungan pohon jati nan kokoh berselimutkan awan abu-abu
Paruhnya mengarah ke tanah...
Matanya berkedip sungguh pelan...!
Menyimpan kata dalam rangkaian kalimat
Menyematkan ingkar di tengah janji yang terhianati

Sang merak kini memahami
Ketika ekor peraknya mengembang, begitu banyak tatapan tak terlepas darinya
Saat ia lipat sayap dan dan ekor peraknya
Semua seakan terpejam lalu pergi
Si ular melata pergi darinya
Sang katak melompat berpaling darinya
Tuan singa bergeming acuh padanya
Kilau perak itu tak terlihat lagi sejak terlipat kala itu

Pemilik bulu perak merasa...
Tak terhitung hari lagi pohon jatinya akan tumbang, awan selimutnya akan jadi hujan
Ia takut sendirian dan kedinginan
Ia tak mau bulu peraknya rusak akan hujan dan angin kencang
Karena ia tau makhluk di dunia ini kejam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar