Dia milikmu seutuhnya Tuhan
Kendali nyawa dan hatinya seutuhnya di tanganMu
Datangkan ia untuku
Biarlah harum rempah tubuhnya nyata di sisiku
Ragam emosi dan tradisi
Menguras lengang hambaMu ini
Sudut mata meruncing angkuh
Maut sudah untukku
Mudahkanlah sisa nafas ini
Menjelajahi hatinya yang tak kan usang
Merengkuh mimpi dalam dada sesak ini
Bersyair dalam dua puri agung
Aku tak butuh “seandainya”
Aku tak ingin prasangkamu
Aku tak sudi kau kasihani
Tidak ada komentar:
Posting Komentar