Mencurahkan isi hati kami tentang hidup
Hari ini aku bercerita sambil berderai air mata
Bagaimana keseharianku kini tak ada teman bercurhat ria
Tentang seperti apa diriku yang tertekan karena tuntutan keluarga
Menghadapi sembilan jam di dunia yang tak lebih luas dari court pertandingan
Aku menyadari bahwa kesabaran adalah ilmu tingkat tinggi yang tak semua orang mampu
Aku tau emosiku meluap hampir setiap waktu
Aku sadar betul masih banyak orang yang mendapatkan tekanan dan ujian jauh lebih besar dariku
Stres yang timbul dan tenggelam menggelayut di hidupku, tak ingin ku jadikan penyakit lagi
Serangan panik yang berimbas pada detak jantung ini tak akan ku ungkit lagi
Itulah beberapa angan yang aku bisikkan di dalam hatiku
Dari semua yang aku curahkan nasehat-nasehat hebat dan menusuk di dada aku dapatkan
-Sabar, belajarlah untuk bersabar
-Egois, belajarlah berhenti egois
-Berkaca, berkacalah pada kisah hidup orang yang lebih sulit
-Yakin, yakinlah atas apa yang kita percaya
-Abaikan, abaikan saja omongan sampah orang lain
-Jawab, jawablah pertanyaan yg sama pada setiap waktu dengan jawaban pasti yang sama pula
Yaaa... tidak rumit untuk dipahami tapi tak mudah di jalani
Aku berkata bahwa aku lelah belajar dalam hal kesabaran dan egoisme
Namun sebenarnya aku selalu mencoba walaupun kemarin entah kemana perginya kesabaran dan ketidakegoisanku ketika Kamu mengucapkan perkataan yang menyulut emosiku
Hingga aku mengatakan hal-hal yang mungkin menyakitkan pula untukmu
Dan aku menyesalinya hingga kini aku mengurai tulisan ini, aku minta maaf karena telah berlebihan dan tak berpikir panjang
Terimakasih Sayangku untuk segala kesabaran dan keyakinanmu pada ku...
UnI-4Ever
Tidak ada komentar:
Posting Komentar