Mencurahkan isi hati kami tentang hidup
Hari ini aku bercerita sambil berderai air mata
Bagaimana keseharianku kini tak ada teman bercurhat ria
Tentang seperti apa diriku yang tertekan karena tuntutan keluarga
Menghadapi sembilan jam di dunia yang tak lebih luas dari court pertandingan
Aku menyadari bahwa kesabaran adalah ilmu tingkat tinggi yang tak semua orang mampu
Aku tau emosiku meluap hampir setiap waktu
Aku sadar betul masih banyak orang yang mendapatkan tekanan dan ujian jauh lebih besar dariku
Stres yang timbul dan tenggelam menggelayut di hidupku, tak ingin ku jadikan penyakit lagi
Serangan panik yang berimbas pada detak jantung ini tak akan ku ungkit lagi
Itulah beberapa angan yang aku bisikkan di dalam hatiku
Dari semua yang aku curahkan nasehat-nasehat hebat dan menusuk di dada aku dapatkan
-Sabar, belajarlah untuk bersabar
-Egois, belajarlah berhenti egois
-Berkaca, berkacalah pada kisah hidup orang yang lebih sulit
-Yakin, yakinlah atas apa yang kita percaya
-Abaikan, abaikan saja omongan sampah orang lain
-Jawab, jawablah pertanyaan yg sama pada setiap waktu dengan jawaban pasti yang sama pula
Yaaa... tidak rumit untuk dipahami tapi tak mudah di jalani
Aku berkata bahwa aku lelah belajar dalam hal kesabaran dan egoisme
Namun sebenarnya aku selalu mencoba walaupun kemarin entah kemana perginya kesabaran dan ketidakegoisanku ketika Kamu mengucapkan perkataan yang menyulut emosiku
Hingga aku mengatakan hal-hal yang mungkin menyakitkan pula untukmu
Dan aku menyesalinya hingga kini aku mengurai tulisan ini, aku minta maaf karena telah berlebihan dan tak berpikir panjang
Terimakasih Sayangku untuk segala kesabaran dan keyakinanmu pada ku...
UnI-4Ever
LAGUKU
Kamis, 25 Agustus 2016
CURHAT DAN NASEHAT KE DAN DARI KEKASIH YANG PALING HEBAT
Mencurahkan isi hati kami tentang hidup
Hari ini aku bercerita sambil berderai air mata
Bagaimana keseharianku kini tak ada teman bercurhat ria
Tentang seperti apa diriku yang tertekan karena tuntutan keluarga
Menghadapi sembilan jam di dunia yang tak lebih luas dari court pertandingan
Aku menyadari bahwa kesabaran adalah ilmu tingkat tinggi yang tak semua orang mampu
Aku tau emosiku meluap hampir setiap waktu
Aku sadar betul masih banyak orang yang mendapatkan tekanan dan ujian jauh lebih besar dariku
Stres yang timbul dan tenggelam menggelayut di hidupku, tak ingin ku jadikan penyakit lagi
Serangan panik yang berimbas pada detak jantung ini tak akan ku ungkit lagi
Itulah beberapa angan yang aku bisikkan di dalam hatiku
Dari semua yang aku curahkan nasehat-nasehat hebat dan menusuk di dada aku dapatkan
-Sabar, belajarlah untuk bersabar
-Egois, belajarlah berhenti egois
-Berkaca, berkacalah pada kisah hidup orang yang lebih sulit
-Yakin, yakinlah atas apa yang kita percaya
-Abaikan, abaikan saja omongan sampah orang lain
-Jawab, jawablah pertanyaan yg sama pada setiap waktu dengan jawaban pasti yang sama pula
Yaaa... tidak rumit untuk dipahami tapi tak mudah di jalani
Aku berkata bahwa aku lelah belajar dalam hal kesabaran dan egoisme
Namun sebenarnya aku selalu mencoba walaupun kemarin entah kemana perginya kesabaran dan ketidakegoisanku ketika Kamu mengucapkan perkataan yang menyulut emosiku
Hingga aku mengatakan hal-hal yang mungkin menyakitkan pula untukmu
Dan aku menyesalinya hingga kini aku mengurai tulisan ini, aku minta maaf karena telah berlebihan dan tak berpikir panjang
Terimakasih Sayangku untuk segala kesabaran dan keyakinanmu pada ku...
UnI-4Ever
Hari ini aku bercerita sambil berderai air mata
Bagaimana keseharianku kini tak ada teman bercurhat ria
Tentang seperti apa diriku yang tertekan karena tuntutan keluarga
Menghadapi sembilan jam di dunia yang tak lebih luas dari court pertandingan
Aku menyadari bahwa kesabaran adalah ilmu tingkat tinggi yang tak semua orang mampu
Aku tau emosiku meluap hampir setiap waktu
Aku sadar betul masih banyak orang yang mendapatkan tekanan dan ujian jauh lebih besar dariku
Stres yang timbul dan tenggelam menggelayut di hidupku, tak ingin ku jadikan penyakit lagi
Serangan panik yang berimbas pada detak jantung ini tak akan ku ungkit lagi
Itulah beberapa angan yang aku bisikkan di dalam hatiku
Dari semua yang aku curahkan nasehat-nasehat hebat dan menusuk di dada aku dapatkan
-Sabar, belajarlah untuk bersabar
-Egois, belajarlah berhenti egois
-Berkaca, berkacalah pada kisah hidup orang yang lebih sulit
-Yakin, yakinlah atas apa yang kita percaya
-Abaikan, abaikan saja omongan sampah orang lain
-Jawab, jawablah pertanyaan yg sama pada setiap waktu dengan jawaban pasti yang sama pula
Yaaa... tidak rumit untuk dipahami tapi tak mudah di jalani
Aku berkata bahwa aku lelah belajar dalam hal kesabaran dan egoisme
Namun sebenarnya aku selalu mencoba walaupun kemarin entah kemana perginya kesabaran dan ketidakegoisanku ketika Kamu mengucapkan perkataan yang menyulut emosiku
Hingga aku mengatakan hal-hal yang mungkin menyakitkan pula untukmu
Dan aku menyesalinya hingga kini aku mengurai tulisan ini, aku minta maaf karena telah berlebihan dan tak berpikir panjang
Terimakasih Sayangku untuk segala kesabaran dan keyakinanmu pada ku...
UnI-4Ever
Minggu, 14 Agustus 2016
MERENDAH ATAU DIRENDAHKAN
Aku ingin menjalani hidupku dengan baik walaupun aku bukan orang yang pandai memilih
Namun terkadang keluarga menginginkan aku sebagai orang yang lebih
Tidak masalah jika mereka mengiringiku dengan dukungan dan kepercayaan
Tidak ada orang yang rela dibandingkan dengan sedarahnya sendiri
Aku sebenarnya tak mau berada di bawah
Namun aku juga lelah menengar ucapan yang selalu menginginkan aku seperti orang lain
Kemudian mengalah mengikuti harapan orang lain
Aku benci direndahkan
Dalam diskusi, dalam curahan hati, dalam kecerdasan, dalam kedewasaan, dalam berpendapat bahkan hanya dalam tatapan
Itu sering terjadi berulang kali mengusikku dan perlahan mengajariku untuk tak jadi orang baik
Mungkin ada juga yang bilang bahwa aku merendahkan diriku sendiri karena mengalah
Aku tak salah aku hanya menelan apa yang mereka berikan
Bukan salahku jika memberontak adalah jalanku
Siapa pun yang mengoceh tanpa berfikur atas nama hidupku
Akan ku biarkan
Namun bukan berarti aku kalah
Suatu ketika aku akan membalasnya dengan suatu apa pun yang aku punya entah itu hati, kesempatan, doa ataupun perbuatan
Untuk siapa pun jangan pernah memandang sebelah mata dengan keluarga atau kawan mu sendiri
Karna rasanya direndahkan itu membuat orang berdoa tanpa sengaja
Namun terkadang keluarga menginginkan aku sebagai orang yang lebih
Tidak masalah jika mereka mengiringiku dengan dukungan dan kepercayaan
Tidak ada orang yang rela dibandingkan dengan sedarahnya sendiri
Aku sebenarnya tak mau berada di bawah
Namun aku juga lelah menengar ucapan yang selalu menginginkan aku seperti orang lain
Kemudian mengalah mengikuti harapan orang lain
Aku benci direndahkan
Dalam diskusi, dalam curahan hati, dalam kecerdasan, dalam kedewasaan, dalam berpendapat bahkan hanya dalam tatapan
Itu sering terjadi berulang kali mengusikku dan perlahan mengajariku untuk tak jadi orang baik
Mungkin ada juga yang bilang bahwa aku merendahkan diriku sendiri karena mengalah
Aku tak salah aku hanya menelan apa yang mereka berikan
Bukan salahku jika memberontak adalah jalanku
Siapa pun yang mengoceh tanpa berfikur atas nama hidupku
Akan ku biarkan
Namun bukan berarti aku kalah
Suatu ketika aku akan membalasnya dengan suatu apa pun yang aku punya entah itu hati, kesempatan, doa ataupun perbuatan
Untuk siapa pun jangan pernah memandang sebelah mata dengan keluarga atau kawan mu sendiri
Karna rasanya direndahkan itu membuat orang berdoa tanpa sengaja
Langganan:
Komentar (Atom)