LAGUKU

Rabu, 27 Juli 2016

KETIKA KITA TAK MERASAKAN APA YANG SESEORANG LALUI

Air mata yang lelah mengalir di pipi atas nama hati yang terbantai hancur tak berbentuk
Karena harapan di angan yang telah pupus
Namun hidup ini tak sebatas penderitaan saja

Hati yang dibutakan karna malu menatap dunia 
Namun bumi ini luas tak sebatas kotamu saja

Benda idaman yang lepas karna rejeki berpindah tangan
Namun Tuhan tetap memberi apa yang dibutuhkan

Seseorang bercerita tentang dirinya yang bahkan jika diperas sudah tak akan ada darah sedikitpun
Melukis drama yang menyedihkan di akal kita
Membuat kita harus merangkai kata untuk menghapus lukisan yang menangis

Berbagai hal yang logis kita sampaikan
Untuk menenangkan jiwa yang nyaris luruh
Melakukan tindakan konyol untuk menciptakan sedikit senyuman ikhlas

Namun semuanya sia-sia adanya
Karna hati orang tersebut berbisik dengan mantap "Kau tak merasakan apa yang aku lalui"

Tidak ada yang perlu dirisaukan
Setiap manusia sengsara yang berkawan pasti akan temukan jalan di setiap deritanya
Jika Ia percaya bahwa orang lain tak perlu merasakan apa yang ia rasakan tapi cukup dengan selalu berada di sampingnya dan mendengarkan.
Karna kesetiaan dan kasih sayang pasti akan menghancurkan segala pengkhianatan dan kezaliman

Sedikit orang yang mengerti
Hidup ini tak melulu aku bersedih kamu ikut bersedih dan aku bahagia kamu ikut bahagia
Tak ada gunanya jika kau bersedih selalu dengan orang yang berbeda
Tak ada gunanya jika kau bahagia selalu dengan orang yang berbeda
Sungguh sebuah anugerah jika yang berada di sampingmu, mendengarkanmu, memelukmu, menasehatimu, memperingatkanmu, mengejekmu dan membantumu adalah orang-orang yang setia dan selalu ada untukmu

Kemudian kenapa kami harus merasakan apa yang kamu lalaui terlebih dulu untuk memahami?
Kami merasakan kesedihan sahabat kami lebih dari yang orang lain rasakan
Dan kamu juga tak tahu bukan apa yang kami rasakan?
Kami menangisi sahabat yang tersiksa tapi kami tak menampakkan tangisan kami di depan siapa pun
Karna kami memelihara kesetiaan dan welas asih di hati kami untukmu SAHABAT.



KETIKA KITA TAK MERASAKAN APA YANG SESEORANG LALUI

Air mata yang lelah mengalir di pipi atas nama hati yang terbantai hancur tak berbentuk
Karena harapan di angan yang telah pupus
Namun hidup ini tak sebatas penderitaan saja

Hati yang dibutakan karna malu menatap dunia 
Namun bumi ini luas tak sebatas kotamu saja

Benda idaman yang lepas karna rejeki berpindah tangan
Namun Tuhan tetap memberi apa yang dibutuhkan

Seseorang bercerita tentang dirinya yang bahkan jika diperas sudah tak akan ada darah sedikitpun
Melukis drama yang menyedihkan di akal kita
Membuat kita harus merangkai kata untuk menghapus lukisan yang menangis

Berbagai hal yang logis kita sampaikan
Untuk menenangkan jiwa yang nyaris luruh
Melakukan tindakan konyol untuk menciptakan sedikit senyuman ikhlas

Namun semuanya sia-sia adanya
Karna hati orang tersebut berbisik dengan mantap "Kau tak merasakan apa yang aku lalui"

Tidak ada yang perlu dirisaukan
Setiap manusia sengsara yang berkawan pasti akan temukan jalan di setiap deritanya
Jika Ia percaya bahwa orang lain tak perlu merasakan apa yang ia rasakan tapi cukup dengan selalu berada di sampingnya dan mendengarkan.
Karna kesetiaan dan kasih sayang pasti akan menghancurkan segala pengkhianatan dan kezaliman

Sedikit orang yang mengerti
Hidup ini tak melulu aku bersedih kamu ikut bersedih dan aku bahagia kamu ikut bahagia
Tak ada gunanya jika kau bersedih selalu dengan orang yang berbeda
Tak ada gunanya jika kau bahagia selalu dengan orang yang berbeda
Sungguh sebuah anugerah jika yang berada di sampingmu, mendengarkanmu, memelukmu, menasehatimu, memperingatkanmu, mengejekmu dan membantumu adalah orang-orang yang setia dan selalu ada untukmu

Kemudian kenapa kami harus merasakan apa yang kamu lalaui terlebih dulu untuk memahami?
Kami merasakan kesedihan sahabat kami lebih dari yang orang lain rasakan
Dan kamu juga tak tahu bukan apa yang kami rasakan?
Kami menangisi sahabat yang tersiksa tapi kami tak menampakkan tangisan kami di depan siapa pun
Karna kami memelihara kesetiaan dan welas asih di hati kami untukmu SAHABAT.



Selasa, 26 Juli 2016

KEHORMATAN YANG MENJADI TUAN

Pernahkan kamu lihat orang yang bertahan dengan banyak topangan
Seakan setiap perkataannya adalah Sabda yang lebih baik dilaksanakan
Orang lain tunduk bahkan tak ingin berpendapat

Namun kabut hitam menyelimutinya
Senyumannya pun seakan dalam ketakutan

Bukan lagi misteri jika kini manusia haus pujian
Bukan lagi mitos jika
"Seorang majikan yang memelihara kucing tapi kucing itu menjadi macan dan menerkan majikannya sendiri"
Kemudian apa yang teradi?
Jika ternyata majikan terlalu serakah bahkan tak mau membagi sedikit pun lauknya pada si kucing
Maka wajar bukan?
Ketika yang direndahkan mampu mengungguli esombongan

Kenapa seakan tak ada yang memahami?
Ketika si Fulan mampu mensejahterakan masyarakatnya yang berada di Kota
Maka oleh orang yang berwewenang lebih tinggi dipindah ke desa
Supaya desa tersebut mampu sejahtera seperti Kota
Dengan demikian semua desa dapat sejahetera seperti kota
Bukanya supaya desa yang dihuni Fulan menjadi yang paling hebat kemudian Kota dijadikan desa
Kan tidak baik

Memilih untuk fokus bukanlah suatu kesalahan
Aku memilih mengikuti kata hati
Berubah meski belum tau di mana tempat paling nyaman
Setidaknya saya mau mengambil resiko
Tidak hanya mengandalkan koneksi dan orang lain

TERKIKISNYA KEKUATAN

Penuh energi menerjang lawan kemudian menggenggam rasa bangga
Awalnya aku tak menyadari, kekuatan tertinggiku akan jadi kelemahan
Di pertengahan aku tersentak ketika sebuah angan tiba-tiba berlari ke kepalaku
Ketika kekuatan berada di puncak maka akan ada kalanya perlahan terkikis
Dari semangat yang bertumpah ruah kekuatanku melesat tak terelakkan
Karna semangat yang melemah kekuatanku terkikis tanpa ku sadari

Di waktu belasan tahun tanpa semangat seorang aku bahkan dapat tumbang di mana saja
Beranggapan semua hanya masa lalu
Tanpa disangka kembali di masa kini

Mata yang mulai kehilangan cahayanya
Jantung yang berdetak tak beraturan
Serangan panik melanda sekujur tubuh
Seakan aku tenggelam dalam suara yang ditangkap oleh telingaku sendiri

Aku akan kembalikan segalanya
Menyatukan serpihan kekuatan yang hilang

Aku akan bertahan
Menantang suratan yang akan menyingkirkanku

Aku akan berjuang
Berpegang teguh pada semangat untuk hidup

Aku akan terus memohon
Agar segalanya KAU  mudahkan

260716