lama sudah ku jelajahi lorong ini seorang diri
menghadapi luka dan senang tanpa belahan jiwa
begitu terang aku menyadari kekurangan diri
merajut impian bersama ia yang menggenggam erat tanganku
sementara jera itu bukan soal mudah dalam hidup
aku jera ditinggalkan
aku jera diabaikan
aku jera dianggap mati
tapi aku tak jera mengulangi semua rasa demi mendapat luka yang terparah
agar aku kebal dan tahan lara
dan berhasil sudah....
sebuah kata usai mewakili
bukan mata yang memilih
bukan mulut yang berbicara
bukan akal yang berpikir keras
namun hati yang murni yang terlampau jujur
mengantarkan aku pada sang penembus lengang
jaga kepercayaan ini hingga usang tak berpenghuni
simpan cinta ini hingga lorong sendu menjadi kelabu
jadikan semua tetap kan indah meski keterjalan menghadang
sampai waktu dan peristiwa menyadari ujian apa pun kan kita lewati
bersamamu ku temukan pendamai baru
bersamamu yang ku jadikan naungan dalam lorong hidupku
tapi km harus tau....
bukan berarti tiap fajar dan senja kita harus bersua
cukupkanlah kepercayaan inti kau jadikan modal untuk kebersamaan abadi
karena...
kau dan aku telah menjadi kita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar