Seketika hati ini
remuk menahan pedih
Menahan kenyataan
bahwa aku hanya bagian yang menyebalkan dan tak berguna
Bila memang niat
dan angan baikku merusak dan menjemukan kalian
Kenapa kalian tak
ungkapkan dari awal?
Kan aku terima segalanya
dari awal
Jika memang kalian
tak suka
Seandainya iya aku
harus kalian cukupkan
Mungkin seharusnya
aku tak pernah tau dan peduli segalanya
Memang nampaknya
aku baru mengenal kalian malam ini
Dengan semua
pernyataan yang menyentak dan membuatku tersadar
Bahwa….
Tidak seharusnya
saya berkata, mengingatkan, dan peduli
Tidak seharusnya
saya percaya dan terlanjur menganggap kita solid
Tidak seharusnya
saya berperan terlampau jauh
Tidak seharusnya
saya tau dan mencari tau segalanya
Dan iya… saya yang
keliru dan saya yang tak sempurna
Dari rasa terperi
ini aku hanya ingin kalian tau
Aku pun wanita
yang saat tersayat hatinya pasti butuh proses yang panjang untuk mengobati
Aku hidup dan
berhak kalian anggap ada bukan hanya sebagai anak kecil pemeriah suasana semata
Aku terpisah jauh
dari kalian mengingatkan bahwa jarak tak membuatku mundur meski kalian tak
peduli yg aku tempuh
Di malam ini air
mata nan terbentung menaun tumpah di perjalanan
Dan lihat angin
saja begitu baik mengapusnya, sementara kalian….?
Demi air mata ini
aku selesaikan semua kawan
Aku tutup semua
gerbang terang yang membuatku mengerti bagaimana setiap keadaan terjadi
Demi angin yang
baik hati ini akan ku campakan semua rasa ingin
Aku hapus
pengingat dan ucapan tak berarti dari bibir dan akalku
Demi tatap rendah
yang kalian pancarkan
Kubunuh riang dan
senyawa rengkat yang menyatukan kita
Seperti inilah aku
yang untuk kemauan kalian akan kuturuti semua dalam diam
Agar telinga
kalian tak lagi sakit
Agar hati kalian
tentram tanpa aku sang pengganggu
Agar kalian bebas
melakukan dan menetukan jalan hidup dengan tenang
Bukan saya
menyerah dan mengundurkan diri saya hanya ingin kalian bahagia tanpa tersiksa
dengan adanya seorang saya…