LAGUKU

Kamis, 27 Juni 2013

Angin dan Air Mata



Seketika hati ini remuk menahan pedih
Menahan kenyataan bahwa aku hanya bagian yang menyebalkan dan tak berguna
Bila memang niat dan angan baikku merusak dan menjemukan kalian
Kenapa kalian tak ungkapkan dari awal?

Kan aku terima segalanya dari awal
Jika memang kalian tak suka
Seandainya iya aku harus kalian cukupkan
Mungkin seharusnya aku tak pernah tau dan peduli segalanya

Memang nampaknya aku baru mengenal kalian malam ini
Dengan semua pernyataan yang menyentak dan membuatku tersadar
Bahwa….
Tidak seharusnya saya berkata, mengingatkan, dan peduli
Tidak seharusnya saya percaya dan terlanjur menganggap kita solid
Tidak seharusnya saya berperan terlampau jauh
Tidak seharusnya saya tau dan mencari tau segalanya
Dan iya… saya yang keliru dan saya yang tak sempurna

Dari rasa terperi ini aku hanya ingin kalian tau
Aku pun wanita yang saat tersayat hatinya pasti butuh proses yang panjang untuk mengobati
Aku hidup dan berhak kalian anggap ada bukan hanya sebagai anak kecil pemeriah suasana semata
Aku terpisah jauh dari kalian mengingatkan bahwa jarak tak membuatku mundur meski kalian tak peduli yg aku tempuh

Di malam ini air mata nan terbentung menaun tumpah di perjalanan
Dan lihat angin saja begitu baik mengapusnya, sementara kalian….?
Demi air mata ini aku selesaikan semua kawan
Aku tutup semua gerbang terang yang membuatku mengerti bagaimana setiap keadaan terjadi
Demi angin yang baik hati ini akan ku campakan semua rasa ingin
Aku hapus pengingat dan ucapan tak berarti dari bibir dan akalku
Demi tatap rendah yang kalian pancarkan
Kubunuh riang dan senyawa rengkat yang menyatukan kita

Seperti inilah aku yang untuk kemauan kalian akan kuturuti semua dalam diam
Agar telinga kalian tak lagi sakit
Agar hati kalian tentram tanpa aku sang pengganggu
Agar kalian bebas melakukan dan menetukan jalan hidup dengan tenang

Bukan saya menyerah dan mengundurkan diri saya hanya ingin kalian bahagia tanpa tersiksa dengan adanya seorang saya…

Selasa, 25 Juni 2013

Satu Kata Sejuta Rasa

Banyak orang merasakannya,
banyak yang menginginkannya dan menunggunya.

Kata yang sangat bisa membuat orang menjadi tersenyum,
kadang membuat orang menjadi luar biasa,
bahkan gila olehnya

Sejuta rasa yang entah bagimana menterjemahkannya,
tidak hanya sekedar rasa yang dirasakan.
Rasa itu
Yang ku alami

Kata sejuta rasa itu telah bersemayam.
Rasa yang membuat hati ku selalu tergetar,
rasa yang membuat semua terasa nyaman.

Kata yang selalu ku ingat,
 semoga kata itu yang selalu membuat ku tersenyum.

Do'a ku kepada Tuhan untuk orang yg ku cinta dan untuk mu yang ku sayangi.

your_mine

Senin, 24 Juni 2013

Fatwa Pujangga


Banyak ketakutan saat kita tidak bersama,
terpisah antara ruang dan waktu...

Hanya rasa sayang ini yang menguatkan ku,
kepercayaan yg kuberi akan mengobati kerinduan ku pada mu.

Ya tidak mesti dari terbit fajar sampai terbenam kita harus bersua...

Asal kamu ingat kesetiaan ku junjung tinggi dalam hidup..
 Walau Aku di sakiti akan ku coba lagi untuk mempercayai,
dan sampai aku benar-benar mati akan semua dusta...

your_mine

Lorong Penembus Lengang

lama sudah ku jelajahi lorong ini seorang diri
menghadapi luka dan senang tanpa belahan jiwa
begitu terang aku menyadari kekurangan diri
merajut impian bersama ia yang menggenggam erat tanganku

sementara jera itu bukan soal mudah dalam hidup
aku jera ditinggalkan
aku jera diabaikan
aku jera dianggap mati
tapi aku tak jera mengulangi semua rasa demi mendapat luka yang terparah
agar aku kebal dan tahan lara
dan berhasil sudah....

sebuah kata usai mewakili

bukan mata yang memilih
bukan mulut yang berbicara
bukan akal yang berpikir keras
namun hati yang murni yang terlampau jujur
mengantarkan aku pada sang penembus lengang

jaga kepercayaan ini hingga usang tak berpenghuni
simpan cinta ini hingga lorong sendu menjadi kelabu
jadikan semua tetap kan indah meski keterjalan menghadang
sampai waktu dan peristiwa menyadari ujian apa pun kan kita lewati

bersamamu ku temukan pendamai baru
bersamamu yang ku jadikan naungan dalam lorong hidupku
tapi km harus tau....
bukan berarti tiap fajar dan senja kita harus bersua
cukupkanlah kepercayaan inti kau jadikan modal untuk kebersamaan abadi

karena...
kau dan aku telah menjadi kita


Minggu, 23 Juni 2013

Kita Luar Biasa




Masih ingat waktu itu 18-19 Juni 2013
Di sore menjelang malam setelah ujian UAS terakhir dalam sejarah hidupku
Membeli sedikit cemilan untuk di perjalanan sebelum sampai rumah
Di umah menatap laptop mengakses jejaring facebook sementara bingung mau apa yang akan terlebih dulu dilakukan
Karena esok adalah hari menghadapi malam keakraban terakhir bersama kawan2 kelas

Dengan gontai dalam rasa sedih senang dan tak sabar
Perlahan tapi pasti setiap barang yang diperlukan dalam 2 hari 1 malam mulai masuk kedalam tas gendutku
Tak lupa dogi sebagai jubah kebesaran untuk latihan selepas sampai dari ungaran
Tak seperti biasa tidurku lebih awal, agar aku bias bangun pagi-pagi

Pagi pun tiba luar biasa aku bangun pagi kali ini
Cepat-cepat diri ini menghampiri kamar mandi dan mempersiapkan diri untuk berangkat ke kampus ungu sembari mengemasi perlengkapan mandi

Tiba di parkiran kampus 5 langkah beranjak dari motor seorang kawan di ujung arena parker menelfon mengomando agar aku memindahkan motor di lokasi penitipan yang sudah ditetapkan
Sejenak aku bertanya “teman yang lain ke mana bang?”
“Ada di gazebo!” katanya

Dua tas kakak beradik menemaniku kali ini
Di gazebo kawan2 sudah siaga menyongsong perjalanan jauh 4 jam
Ternyata jam keberangkatan mindur 2 jam dari yang ditargetkan
Hebatnya semua tetap senang kecuali bapak sopir bus tentunya yang sudah kering menunggu sedari pagi buta untuk keberangkatan


Memilih-milih tempat duduk dan fix sudah akhirnya kami berangkat juga
Layaknya anak kecil begitu bus mulai bergerak semuanya berteriak kegirangan
Perjalanan terasa lama meski diiringi nyanyian dan obrolan ringan

Tiba di lokasi ternyata kami harus jalan kaki sampai penginapan yang lelah, pegal, keringatan, sampai berkunang2 pun ada…

Istirahat setelah perjalanan dan acara game malam keakraban pun berlangsung
Diselingi Sholat jamaah bersama
Nyala redup lilin benar2 membuat aku tercengan
Secepat inikah kebersamaan dalam dunia kuliah kami usai
Di mana bahkan ada beberapa yang baru saja aku kenal baik
Di mana susah sedih bersama menerima tugas dan berjuang bersama dalam kelas
Seraya menampung kegelisahan akan perpisahan dinginya hawa gunung pun tak mampu membuatku meringkuk malam itu

Namun kala pagi dingin mulai menusuk tulang tapi untunglah sudah waktunya Subuh sekalianlah bangun melaksanakan kewajiban dan goooooo…..
Foto2 narsis menunggu kawan lain bangun dan cussssss mendaki gunung
Menerobos ke Sembilan candi ditemani pemandangan indah tak terlupakan
Meski hati rontok tak karuan mengetahui banyak makhluk yang tak ku sukai di sana
Hati senang riang berfoto ria dan bercanda syik di tengah hamparan alam manis dan cantik

Selesai sesi foto dan naik gunung mampirlah di sebuah warung souvenir membeli gelang2 gak jelas

Beranjak menuju penginapan seorang kawan memanggil dan yeeee…. Dapat sate kelinci gratis…

Kembali ke penginapan bersih-bersih dan makan siang,
Makan siang dengan menu paling enak
Tibalah saat penutupan bersama, berdoa dan berjabat tangan
Siapa sangka air mata tumpah ruah tak pria maupun wanita semua merasa kehilangan
Aku sedih tapi aku tak menanis karena ku rasa cukup semua ini menjadi awal dari kesuksesan kami semua

Perjalnan pulang terasa sepi
Terlihat lelah dan kusut di wajah kawan2
Tapi aku tetap ngoceh tiada akhir..dari pada toying
Membawa segudang kenangan dan beberapa kawan baru, waktu pulang terasa lebih cepat
Instruksi hati dan pikiranku melaju jangan lupakan saat2 ini dan kemarin


Menjelang Maghrib sampailah di kampus tercinta
Kala lampu terang menyala dalam bus semua berteriak, jujur arti teriakanku saat itu adalah sedikit ekspresi ketidakrelaanku semua ini berakhir cepat
Langkah berat menuju kos kawan dalam rangka persiapan latihan
Menyisakan rasa lara yang sulit dilukiskan dalam kebahagiaan yang terselubung

Tahukah kita, bahwa kita luar biasa?
Tahukah kita, bahwa kita adalah gerbang penerima perbedaan?
Tahukah kita, bahwa kita kini mulai hidup untuk jenjang nyawa yang lebih berada?

KITA ADA, KITA HEBAT, DAN KITA BISA MERAJAI DUNIA 10-S1SI-06

Minggu, 16 Juni 2013

Bagaimana Bisa?



 Mempercayaimu apakah karena aku masih tergolong polos?
Menganggapmu sahabat seperti kau adalah seorang pendamai
Melewati malam dan berbagai cerita bersama

Tapi….
Bagaimana bisa…
Aku mempercayaimu dan kau membuang dengan mudah kepercayaanku…
Di awal mereka katakana padaku bahwa kau bukan orang terpercaya…
Aku tolak kata mereka dan aku yakin kau masih akan melindungi kepercayaanku…

Dan sekarang..
Aku melihat dan mendengar kemudahanmu menuangkan ungkapanku pada telinga orang lain….
Pedih rasanya… aku kehilanganmu yang aku percaya….
Bisa apa aku tetap manusia biasa dengan beragam kelemahan…
Tak akan kujatuhkan harga dirimu karna aku tau 3 insan telah menganggapmu seperti aku menanggapmu kini…
Karna kau telah lari dan tak menemui kami…
Larilah sejauh mungkin tapi maaf seandainya kau kembali aku tak mampu menerimamu seperti dulu itu….

Rabu, 12 Juni 2013

CARAKU

semua berasal dari sini maka kan saya akhiri di sini...
mengejar jauh impian hidup..

biar cinta terbelah sebelas, 
biar masalah meraung rengkat, 
biar malu mengepung bahu, 
biar sakit merambah luas, 
bisar asa mengancam jerat, 
biar fitnah mengintai jalan...

doa kan terus panjang teruntai...
semangat kan tetap merajai...
perjuangan kan tetap tiada akhir...
keyakinan kan kan tetap digenggam...


tampat keras semangat yang tertidur, takkan ku fikir untuk  mundur
sayat lebar titik jenuh, buat semua makin gaduh
remukkan kebekuan suasana, panen ria hasil kerja sama