Segar ingatan tusukan pedang di dada
Desah nafas mengkritik habis sisa nestapa
Berputar utuh, memandang belenggu kalbu
Nampak gerbang baja kokoh berlapis embun pagi
Pembelenggu itu berkata
"Ikhlaskan... maka kau akan lewati gerbang itu dengan mudah"
Termangu dalam tatap tak bergerak
Suara itu menyentak kuat degub jantung
Musnah hilang harapan dalam angan
Mengulang luas kenangan lama waktu untuk merelakan dalam doa terngiang suara alam
"Selalu ada yang menunggu di luar gerbang untuk bahagiamu"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar