Nggak usah peduliin hati yang udah mampus
Semangkok kerendahan hati melekat hangus
Segerombol hewan yang mengaku orang itu semakin haus
Haus akan darah hingga jadi kurus
Pikirnya jalan akhirat nanti juga akan mulus
Padahalkan mereka cuma tikus
Ada di tiap kota, aparat sampai kualahan untuk meringkus
Merusak sistem kenegaraan, saraf ekonomi, jalinan silaturahmi tak ubahnya virus
Tali romantika dan rantai hidup udah putus
Planet bumi nelangsa tak terurus
Si gendut langsung kurus
Si cerdas didepak dari kampus
Kalau dijumlah semua gara-gara fulus
LAGUKU
Sabtu, 25 Mei 2013
Nafas Dari Gerbang Pemusnah
Segar ingatan tusukan pedang di dada
Desah nafas mengkritik habis sisa nestapa
Berputar utuh, memandang belenggu kalbu
Nampak gerbang baja kokoh berlapis embun pagi
Pembelenggu itu berkata
"Ikhlaskan... maka kau akan lewati gerbang itu dengan mudah"
Termangu dalam tatap tak bergerak
Suara itu menyentak kuat degub jantung
Musnah hilang harapan dalam angan
Mengulang luas kenangan lama waktu untuk merelakan dalam doa terngiang suara alam
"Selalu ada yang menunggu di luar gerbang untuk bahagiamu"
Desah nafas mengkritik habis sisa nestapa
Berputar utuh, memandang belenggu kalbu
Nampak gerbang baja kokoh berlapis embun pagi
Pembelenggu itu berkata
"Ikhlaskan... maka kau akan lewati gerbang itu dengan mudah"
Termangu dalam tatap tak bergerak
Suara itu menyentak kuat degub jantung
Musnah hilang harapan dalam angan
Mengulang luas kenangan lama waktu untuk merelakan dalam doa terngiang suara alam
"Selalu ada yang menunggu di luar gerbang untuk bahagiamu"
Langganan:
Komentar (Atom)