Jika dalam sebuah mimpi kau hadir
Membelai lembut setiap harapan
Menjadi sosok pelindung
Maka dalam dunia nyata kau palsu
Ku kagumi dan sayangimu
Ku bantu dan jagaimu
Meski kau pergi dan tak pedulikanku
Jika ia pilihanmu
Sosok pendamping impianmu
Produsen senyum di bibirmu
Penggeser tahtaku di hatimu
Maka aku mundur
Dengan waktu seribu jam nan
menyiksa
Perjuanganku untuk mengesampingkan
rasaku
Menyadarkankanku akan kurang dan
kejamnya dirimu
Jika ini semua terlewati tanpa
gejolak
Aku bersyukur akan setiap takdir
Karna Allah berikan jawaban bahwa
kau bukan yang terbaik
Maka aku kembali beriring sepi
menanti
Ia yang kan jadi pengisi hati ini
kunanti
Dan Tuhan dengarkan pintaku
Untuk sesosok adam yang rusuknya
ada padaku
Segera datangkan ia padaku
Agar aku tak lagi membelai segala
sekenario seorang diri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar