LAGUKU

Selasa, 24 Juli 2012

hilang dan menanti


Jika dalam sebuah mimpi kau hadir
Membelai lembut setiap harapan
Menjadi sosok pelindung

Maka dalam dunia nyata kau palsu
Ku kagumi dan sayangimu
Ku bantu dan jagaimu
Meski kau pergi dan tak pedulikanku

Jika ia pilihanmu
Sosok pendamping impianmu
Produsen senyum di bibirmu
Penggeser tahtaku di hatimu

Maka aku mundur
Dengan waktu seribu jam nan menyiksa
Perjuanganku untuk mengesampingkan rasaku
Menyadarkankanku akan kurang dan kejamnya dirimu

Jika ini semua terlewati tanpa gejolak
Aku bersyukur akan setiap takdir
Karna Allah berikan jawaban bahwa kau bukan yang terbaik

Maka aku kembali beriring sepi menanti
Ia yang kan jadi pengisi hati ini kunanti
Dan Tuhan dengarkan pintaku
Untuk sesosok adam yang rusuknya ada padaku
Segera datangkan ia padaku
Agar aku tak lagi membelai segala sekenario seorang diri

Minggu, 22 Juli 2012

yang terlarang


Mengertilah kawan kita begitu identik
Tidak ada yang membedakan
Bahkan bisa jadi jumlah rambut bercabang kita sekalipun sama jumlahnya

Namun kenapa kamu tak kunjung mengerti
Bahwa anugrah yang disematkan dalam jiwa kita bukan untuk permainan
Aku tau kau ingin mereka memandangmu
Aku tau kau ingin dia mencintaimu
Aku tau kau ingin dianggap hebat
Aku juga tau bukan seperti ini seharusnya

Jika kau terus lakukan itu, semua akan bergeser
Sedangkan  itu sudah jalan mereka yang sebenarnya
Bukan lagi urusan kita untuk mericuh

Kau tak pernah dengarkan aku
Meski kita beradu kau tetap kalah
Karena ku masih menyimpan ini semua untuk nanti yang lebih baik
Bagaimana denganmu?
Sedikit saja selalu kau langsung tergoda untuk memakai kekuatan ini

Betapa aku berjuang untuk tak memperdalam semua ini
Membiarkan semuanya mengalir apa adanya tanpa sangkal
Sementara kau begitu mudah memakainya
Membuat siapa saja bisa tau apa yang membuat kita berbeda

Aku tak berharap kau baca sepenggal tulisan ini
Hanya saja aku tau kau akan mengerti apa ini tanpa membacanya
Yakinilah semua akan baik-baik saja
Bila kau mampu jaga apa yang telah kita sepakati sejenak dulu waktu kita tahu kita tidak sama dengan mereka…