Tak peduli seberapa marah, jengkel dan sebalnya aku....
Aku tak pernah bisa pergi dan berlalu darimu meski hanya sejenak.
Pernah aku berfikir kenapa harus selalu aku yang kembali?
Kenapa harus selalu aku yang berlari?
Tapi kemudian aku tau jawabannya...
Karna kau menyayangiku dengan sangat...
Karna kau menghujani aku dengan kesabaran yang lebat...
Karna kau mengerti aku dari segala arah...
Itulah yang mengikatku padamu.
Kebersamaan itu memang tak selalu mudah sayang....
Aku yang semakin lama bersamamu menjadi semakin manja, dan selalu cari perhatian....
Aku yakin itu menjadi ujian hebat untukmu karna aku begitu nakal dan susah diatur.
Aku bisa menjadi wanita yang serba sendiri tapi aku tau keberadaanmu
Maka aku ingin berbagi dalam segala hal
Maka aku ingin bersama satiap saat
Ribuan kilo yang ku tempuh...
Banyaknya waktu yang ku pilih...
Segala urusan yang ku tepis....
Semua untukmu aku yakin tak akan sia-sia.
Terbayang betapa indah ketika kita bersama secara hakekat
Setiap hari bersama dan bertemu...
Mengurus dan mendidik anak-anak kita...
Membagi rejeki untuk orang tua dan keluarga kita...
Mungkin kau tak berani bermimpi melewati batas
Tapi aku berani bermimpi dengan segala ketakutan dan kemungkinan bahwa aku dan kau masih berpeluang untuk tak bersama. Pasti aku kan bertahan dan tetap bersamamu.
Segala angan yang mengerikan dan tak diharapkan aku hapus dalam proses pembelajaran cintakasih ini....
Maklumkan dan maafkanlah egois dan kekanakanku sayang...
Sekalipun maaf tak berlaku lagi karna kesalahan yang tetap ku ulangi
Ketahuilah masih ada sisi asli dan baik yang akan kau ketahui dariku nanti
Terimakasih untuk keberadaanmu di sisiku selama ini dan nanti....
Walaupun aku belum jadi yang terbaik kini tapi bagiku kaulah yang terbaik.
Pastikanlah kedua keluarga kita merestui....
Amin Ya Allah...
LAGUKU
Jumat, 16 Januari 2015
Minggu, 10 Agustus 2014
AKU INI SIAPA?
Kali ini aku
bicara tentang sebuah pengakuan dan segala rasa, sehingga munculah sebuah
pertanyaan AKU KI SOPO/AKU INI SIAPA?
Untuk pertama
kalinya aku merasa begiru dicintai dan disayangi oleh seorang kekasih
sampai-sampai seakan semua kosong tanpa dia.
Aku tumbuh
sebagai perempuan yang banyak bicara dan mudah mengambil kesimpulan, tak jarang
pula aku sengaja memancing seseorang untuk marah dan berkomentar entah itu
sahabat, teman atau sekarang pacar.
Hal-hal yang di
luar dugaan ini semua sekarang aku rasakan…
-
Ketika telfonan dan dia sering diam aku
merasa dia sudah bosan padaku
-
Ketika ia tidak membalas pesanku aku
merasa dia lupa padaku
-
Ketika ditelfon dia tak mengangkat aku
merasa dia menghindariku
-
Ketika ia berkata terserah aku merasa
dia tak peduli padaku
-
Ketika fotonya sendirian aku merasa dia
sedang tebar pesona
Seakan ini bukan
aku ya.. karena aku belum pernah seperti ini.
Dan, yup….
Sebagian besar orang berkata padaku bahwa itu adalah prasangka buruk.
Tapi tunggu dulu
aku tau benar dia tak seperti itu, tapi rasa itu tak aku pungkiri berkeliaran
liar dipikirankuàINGAT
YA DI PIKIRAN SAJA
Andai kamu tau
sayang bukan untuk merusak….. aku hanya ingin kau menyatakan pembelaan dirimu
kemudian meyakinkanku bahwa masa indah kita akan berlanjut selamanya.
Bukan hanya
sekedar tanyaku padamu….. aku hanya ingin mendengarkan suaramu lebih lama dalam
lengang
Bukan hanya
sebuah rasa, jika bahkan rinduku padamu mampu membuat sakitku selama kelabu
kembali untuk sementara waktu (ya masa kelabuku adalah ketika SMP, ketika
beberapa orang bersekongkol memfitnah dan menjauhiku, waktu itu aku tak tahan
dengan panas dan beban pikiran hingga hampir di sela kesibukan orang banyak aku
sering pingsan entah itu di upacara pelantikan, di pesta rakyat kebudayaan, di
pasar, bahkan di rumah sekalipun setelah bangun tidur) dan ternyata selain rasa
sendiri, rasa rindu yang sangat pun bisa membuatku begitu.
“Tuhan… segeralah
kembalikan dia padaku
Jangan biarkan
mata dan jantungku sakit terlalu lama
Kau tau
bagaimana rasanya ketika manusia merasakan sakit sendiri
Jika untuk
kehidupan biarlah dia yang berkorban dalam dunia ini, tapi jika untuk kematian
dan luka izinkan aku menanggung terlebih dahulu.
Ketika sebagian
orang mengatakan bahwa cintaku adalah ilusi, itu bukanlah masalah
SEBAB AKU TAU
DIA SUNGGUH NYATA”
Apapun masa
lalumu aku menerimanya atas nama hati yang ku pasrahkan padamu.
Setiap proses
kita lalui semua pasti akan berhasil indah.
Yakinlah kita
akan tetap bersama.
Selasa, 15 Juli 2014
Ketika Umur dan Jumlah Hari Bersama Bertambah
Aku ikut-ikuta aja biar gak sama juga sama yang lain. ^_^
Hari ini ada yang berulangtahun.
Yaitu kamu, iya kamu...
Selamat Ulang Tahun Sayanggg...
Hidup pasti berlanjut dengan tantangan yang lebih sulit
Diiringi tanggung jawab yang semakin menjulang
Tapi juga Insya Allah kebahagiaan yang berlimpah pula
Banyak doa megalir di hari lahirmu ini semoga semua teramini...
Semoga panjang umur, sehat selalu, senantiasa dilancarkan urusannya oleh Allah, memperoleh kebahagiaan yang haqiqi, dan makin tambah dalam segala kebaikan.
Berharap pula kamu menjadi insan yang makin Taqwa dan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Semangat yaaa, cepetan lulus nyusul aku......
SELAMAT ULANG TAHUN YANG KE 22
16 JULI 1992 - 16 JULI 2014
HANS ZULI ARSA
Hari ini ada yang berulangtahun.
Yaitu kamu, iya kamu...
Selamat Ulang Tahun Sayanggg...
Hidup pasti berlanjut dengan tantangan yang lebih sulit
Diiringi tanggung jawab yang semakin menjulang
Tapi juga Insya Allah kebahagiaan yang berlimpah pula
Banyak doa megalir di hari lahirmu ini semoga semua teramini...
Semoga panjang umur, sehat selalu, senantiasa dilancarkan urusannya oleh Allah, memperoleh kebahagiaan yang haqiqi, dan makin tambah dalam segala kebaikan.
Berharap pula kamu menjadi insan yang makin Taqwa dan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Semangat yaaa, cepetan lulus nyusul aku......
SELAMAT ULANG TAHUN YANG KE 22
16 JULI 1992 - 16 JULI 2014
HANS ZULI ARSA
Selasa, 29 April 2014
Aneka Wajah
Keluguan para penerus bangs nampak berjajar rapi di hadapanku
Penuh konsentrasi berjuang melewati tantangannya
Bermacam tingkahlaku dan tindakan mereka perlihatkan
Ekspresi aneka wajah yang sangat membelai hati
Mereka yang percaya diri dengan penuh keyakinan menapaki tiap butir ujian nan bergelombang tak patah arah
Anakku... kalian pasti berhasil dalam iringan doa
Adikku... Engkau pasti sukses menjemput cita
Senyum simpul nampak di bibirku tatkala menatap setiap wajah yang menyimpan sejuta cerita dan ceria
Bahkan kisah gugup dan takut ada menghiasi gerak-geriknya
Tanpa kata, hanya suara desiran angin kipas angin, lembaran kertas yang tersibak, serta hembusan nafas yang mewarnai ruangan.
Penuh konsentrasi berjuang melewati tantangannya
Bermacam tingkahlaku dan tindakan mereka perlihatkan
Ekspresi aneka wajah yang sangat membelai hati
Mereka yang percaya diri dengan penuh keyakinan menapaki tiap butir ujian nan bergelombang tak patah arah
Anakku... kalian pasti berhasil dalam iringan doa
Adikku... Engkau pasti sukses menjemput cita
Senyum simpul nampak di bibirku tatkala menatap setiap wajah yang menyimpan sejuta cerita dan ceria
Bahkan kisah gugup dan takut ada menghiasi gerak-geriknya
Tanpa kata, hanya suara desiran angin kipas angin, lembaran kertas yang tersibak, serta hembusan nafas yang mewarnai ruangan.
Minggu, 30 Maret 2014
TAK PERNAH SETAKUT INI
Menjalani semuanya bersama....
Seperti kata Ibuku "Bagaimana bisa bertahan selama ini?"
Aku pun tak menjawab...
Bukan karena hal dari angka 1 sampai sekian, seperti wanita lain mencintai seorang pria...
Mungkin Ia tak tau bahwa aku sudah memperhatikan foto2 dan dirinya, bahkan sebelum Ia bersamaku
Mungkin juga Ia tak tau bahwa aku pernah melihatnya menjadi pria peringkat ke 5 yang paling sering melihat profil FB ku, dan ya sama sebelum Ia bersamaku
Mungkin pula Ia tak tau aku pernah membayangkan Ia menjadi Lelakiku ketika Ia dulu sering berbagi cerita denganku tentang seseorang
Aku yakini pertanyaan besar berada di fikirannya karena setelah tanggal 24 kami sempat terpisah jarak.
Banyak insan bertanya bagaimana aku menyayangi dan mencintai Ia, dan semua sama aku jawab mungkin aku Khilaf, padahal tidak.
Aku terpikat pada Pria bukan yang pertama karena raga, harta, atau pesonanya
Namun karena perhatian dan cara mereka memperlakukan orang lain.
Bagaimana Ia menawarkan bantuan untuk membawakan barang berat yang sedang ditanggung seorang wanita?
Bagaimana Ia menggandeng tangan seorang wanita ketika melewati lokasi berbahaya?
Bagaimana Ia bertukar posisi memilih berada di posisi merapat ke jalan ketika berjalan beriringan di tepi jalan?
Bagaimana Ia berinisiatif membantu orang di sekitarnya?
Bagaimana Ia spontan berpendapat terhadap sesamanya?
Itulah kenapa aku meski sering jatuh hati tapi aku tak pernah mengakuinya.Karena aku belum pernah menemukan orang seperti Ia.
Berapa kali aku jatuh hati, aku pun tak tau pasti tapi yang jelas aku tak pernah sedalam ini mengasihi seseorang.
Hingga dalam mimpi sekalipun aku ketakutan akan kehilangan Ia.
Saat aku berkata dan Ia terdiam pun aku berfikir apa salahku kenapa Ia tak menanggapi perkataanku, padahal aku paling benci tak dianggap, tapi untuknya aku tetap kembali dan tak bisa membenci.
Bahkan ketika Ia tak segera membalas SMS atau BBM ku, dalam hati aku bertanya kenapa dan kenapa belum dibalas jua...
Sungguh dengan benar aku tak sempurna, bisa jadi memang benar apa kata seseorang bahwa aku mandiri tapi kemandirian dan kemampuan tak terlihat sementara raga terpampang nyata dapat ditatap.
Aku sederhana bahkan minus penampilan, terkadang ketololanku begitu nyata bisa dilihat.
Seberapa lama Ia akan hanya menatapku? Semoga Allah mengizinkan selamanya....
Ia sangat luar biasa dalam membantuku mengambil keputusan, walau mungkin aku jarang membantunya membuat keputusan, itu semua karena aku ingin ia menjadi seorang pemimpin yang utuh.
Percaya tak percaya beberapa kesamaan di antara kami yang kadang bisa menjadi membuatku terheran:
1. Tahun lahir kami sama 1992
2. Bulan lahir kami sama Juli
3. Hari lahir kami sama Kamis
4. Shio kami sama Monyet
5. Plat motor kami sama mengandung huruf B
6. Bela diri kami sama
7. Kampus kami sama
8. Kami sama lulusan SMK
9.Kami sama senang mencurahkan isi hati lewat tulisan
10. Kami sama punya adik terakhir perempuan
dan mungkin masih banyak kesamaan...
Banyak juga perbedaan diantara kami tapi bukanlah pasangan itu hadir untuk saling melengkapi?
Seperti kata Ibuku "Bagaimana bisa bertahan selama ini?"
Aku pun tak menjawab...
Bukan karena hal dari angka 1 sampai sekian, seperti wanita lain mencintai seorang pria...
Mungkin Ia tak tau bahwa aku sudah memperhatikan foto2 dan dirinya, bahkan sebelum Ia bersamaku
Mungkin juga Ia tak tau bahwa aku pernah melihatnya menjadi pria peringkat ke 5 yang paling sering melihat profil FB ku, dan ya sama sebelum Ia bersamaku
Mungkin pula Ia tak tau aku pernah membayangkan Ia menjadi Lelakiku ketika Ia dulu sering berbagi cerita denganku tentang seseorang
Aku yakini pertanyaan besar berada di fikirannya karena setelah tanggal 24 kami sempat terpisah jarak.
Banyak insan bertanya bagaimana aku menyayangi dan mencintai Ia, dan semua sama aku jawab mungkin aku Khilaf, padahal tidak.
Aku terpikat pada Pria bukan yang pertama karena raga, harta, atau pesonanya
Namun karena perhatian dan cara mereka memperlakukan orang lain.
Bagaimana Ia menawarkan bantuan untuk membawakan barang berat yang sedang ditanggung seorang wanita?
Bagaimana Ia menggandeng tangan seorang wanita ketika melewati lokasi berbahaya?
Bagaimana Ia bertukar posisi memilih berada di posisi merapat ke jalan ketika berjalan beriringan di tepi jalan?
Bagaimana Ia berinisiatif membantu orang di sekitarnya?
Bagaimana Ia spontan berpendapat terhadap sesamanya?
Itulah kenapa aku meski sering jatuh hati tapi aku tak pernah mengakuinya.Karena aku belum pernah menemukan orang seperti Ia.
Berapa kali aku jatuh hati, aku pun tak tau pasti tapi yang jelas aku tak pernah sedalam ini mengasihi seseorang.
Hingga dalam mimpi sekalipun aku ketakutan akan kehilangan Ia.
Saat aku berkata dan Ia terdiam pun aku berfikir apa salahku kenapa Ia tak menanggapi perkataanku, padahal aku paling benci tak dianggap, tapi untuknya aku tetap kembali dan tak bisa membenci.
Bahkan ketika Ia tak segera membalas SMS atau BBM ku, dalam hati aku bertanya kenapa dan kenapa belum dibalas jua...
Sungguh dengan benar aku tak sempurna, bisa jadi memang benar apa kata seseorang bahwa aku mandiri tapi kemandirian dan kemampuan tak terlihat sementara raga terpampang nyata dapat ditatap.
Aku sederhana bahkan minus penampilan, terkadang ketololanku begitu nyata bisa dilihat.
Seberapa lama Ia akan hanya menatapku? Semoga Allah mengizinkan selamanya....
Ia sangat luar biasa dalam membantuku mengambil keputusan, walau mungkin aku jarang membantunya membuat keputusan, itu semua karena aku ingin ia menjadi seorang pemimpin yang utuh.
Percaya tak percaya beberapa kesamaan di antara kami yang kadang bisa menjadi membuatku terheran:
1. Tahun lahir kami sama 1992
2. Bulan lahir kami sama Juli
3. Hari lahir kami sama Kamis
4. Shio kami sama Monyet
5. Plat motor kami sama mengandung huruf B
6. Bela diri kami sama
7. Kampus kami sama
8. Kami sama lulusan SMK
9.Kami sama senang mencurahkan isi hati lewat tulisan
10. Kami sama punya adik terakhir perempuan
dan mungkin masih banyak kesamaan...
Banyak juga perbedaan diantara kami tapi bukanlah pasangan itu hadir untuk saling melengkapi?
Jumat, 22 November 2013
Bukan Maksud Hati
Terkadang, bahkan mungkin selalu mereka menganggap aku perusuh
Namun tahukah mereka> Bukan maksudku ikut campur
Jika menara mampu mereka bangun sampai puncak tanpa arsitek bangunan.... itu tak masalah
Sementara realitanya hingga sekian lama menara itu tak pernah usai kalian bangun
Itu hanya secuil perumpamaan saja yang bisa ku ungkapkan
Penggambaran bahwa bukan maksud hati mengusik
aku hanya ingin tak ada yang adu fisik dan hancur raga
meski nanti hati terlanjur terbantai mengenaskan oleh sebuah kisah
Bagaimana kalian bisa mengerti?
Kekerasanku bukan untuk menyingkirkan, itu untuk menyadarkan bahwa dunia luar yang kan kalian hadapi jauh lebih keras
Pengertianku bukan untuk memanjakan atau pilih kasih sepihak, itu bentuk kesadaranku bahwa menghadapi banyak kepala tak mungkin samarata
Keingintahuanku buka untuk jadi pahlawan atau sok berkuasa, itu perjuanganku untuk mempertahankan keutuhan
Berusaha ku jelaskan semua hanya saja aku tak sanggup, sampai belum ada yang mendengarkan memahami perbuatanku,
Malah selalu kalian bantah dan runyamkan segala
Tiada untung bagiku turut berfikir, dan pontang-panting
Tiada rugi bagiku jika aku pergi dan tak peduli
Karena ini...
Rasa kasihku pada wadah inilah yang membuatku masih bertahan membentang hati, jarak, otak, dan ego
Lalu, untuk siapa?
KALIAN....untuk kalian
Pernahkah sekali saja berpikir bagi kalian yang telah merendahkan dan berpaling dariku....
Sakit rasa perih yang menyayat hatiku kini seakan menjadi teman, karena itu yang selalu kalian berikan
Penghinaan, kebohongan, caci-maki, pandangan rendah, muka muram, ketidakpedulian semua khatam bagiku....
Cukup ingat, sekokoh apa pun batu gunung di bawah air terjun tetap bisa berlubang!
Namun tahukah mereka> Bukan maksudku ikut campur
Jika menara mampu mereka bangun sampai puncak tanpa arsitek bangunan.... itu tak masalah
Sementara realitanya hingga sekian lama menara itu tak pernah usai kalian bangun
Itu hanya secuil perumpamaan saja yang bisa ku ungkapkan
Penggambaran bahwa bukan maksud hati mengusik
aku hanya ingin tak ada yang adu fisik dan hancur raga
meski nanti hati terlanjur terbantai mengenaskan oleh sebuah kisah
Bagaimana kalian bisa mengerti?
Kekerasanku bukan untuk menyingkirkan, itu untuk menyadarkan bahwa dunia luar yang kan kalian hadapi jauh lebih keras
Pengertianku bukan untuk memanjakan atau pilih kasih sepihak, itu bentuk kesadaranku bahwa menghadapi banyak kepala tak mungkin samarata
Keingintahuanku buka untuk jadi pahlawan atau sok berkuasa, itu perjuanganku untuk mempertahankan keutuhan
Berusaha ku jelaskan semua hanya saja aku tak sanggup, sampai belum ada yang mendengarkan memahami perbuatanku,
Malah selalu kalian bantah dan runyamkan segala
Tiada untung bagiku turut berfikir, dan pontang-panting
Tiada rugi bagiku jika aku pergi dan tak peduli
Karena ini...
Rasa kasihku pada wadah inilah yang membuatku masih bertahan membentang hati, jarak, otak, dan ego
Lalu, untuk siapa?
KALIAN....untuk kalian
Pernahkah sekali saja berpikir bagi kalian yang telah merendahkan dan berpaling dariku....
Sakit rasa perih yang menyayat hatiku kini seakan menjadi teman, karena itu yang selalu kalian berikan
Penghinaan, kebohongan, caci-maki, pandangan rendah, muka muram, ketidakpedulian semua khatam bagiku....
Cukup ingat, sekokoh apa pun batu gunung di bawah air terjun tetap bisa berlubang!
Kamis, 12 September 2013
LOVEMETER??
Lihat bulan dan sebuah bintang itu bersanding bermalam-malam
Meski posisi berubah dan bintang lain yang mengitari tetaplah mereka berdua yang terindah
Aku dan kamu tak nampak satu walau pun semua telah indah
Rasaku padamu tak terukur, sejauh? seluas? sebesar? tiada akan terjamah oleh kata dan rupa
Tak ada pengukur cinta di dunia ini sekalipun matamu mencari ujung kata cinta melewati mata yang lain
Hati rapuh setipis lapisan embun beku yang takut kehilangan
Akal dalam misteri membungkus kaku raga yang takut kembali dibuang
Jiwa menggigil dalam nol derajat yang takut tertelan gelap karena bosan
Yakin yang entah datang dari manalah yang membuatku bertahan tak tergoyahkan
Ingin ku teriakkan seberapa aku bertahtakan kekurangan
Menyebar serpihan kata dalam setiap keping ketidakpantasan
Menyapu awan hitam yang mungkin membuatmu menyadari nanti seberapa kusam sutra hati
Seribu kata tidak akan membuat segala utuh jika telah kau bantai
Maka jagalah dari segala sisi supaya semua menjadi pasti dan terpatri utuh
Semasa hati ini memilihmu aku tak akan lari
Selama yakin ini padamu aku tak akan bosan
Sepanjang setiamu untuk ikatan ini aku tak akan berpaling
Sejauh mata ini memandang ketulusanmu aku tak kan biarkanmu terluka
Percayalah tiada LOVEMETER di dalam kisah ini
Karena kita bersama laksana angin dan partikel debu yang tak nampak tapi menyatu.
Meski posisi berubah dan bintang lain yang mengitari tetaplah mereka berdua yang terindah
Aku dan kamu tak nampak satu walau pun semua telah indah
Rasaku padamu tak terukur, sejauh? seluas? sebesar? tiada akan terjamah oleh kata dan rupa
Tak ada pengukur cinta di dunia ini sekalipun matamu mencari ujung kata cinta melewati mata yang lain
Hati rapuh setipis lapisan embun beku yang takut kehilangan
Akal dalam misteri membungkus kaku raga yang takut kembali dibuang
Jiwa menggigil dalam nol derajat yang takut tertelan gelap karena bosan
Yakin yang entah datang dari manalah yang membuatku bertahan tak tergoyahkan
Ingin ku teriakkan seberapa aku bertahtakan kekurangan
Menyebar serpihan kata dalam setiap keping ketidakpantasan
Menyapu awan hitam yang mungkin membuatmu menyadari nanti seberapa kusam sutra hati
Seribu kata tidak akan membuat segala utuh jika telah kau bantai
Maka jagalah dari segala sisi supaya semua menjadi pasti dan terpatri utuh
Semasa hati ini memilihmu aku tak akan lari
Selama yakin ini padamu aku tak akan bosan
Sepanjang setiamu untuk ikatan ini aku tak akan berpaling
Sejauh mata ini memandang ketulusanmu aku tak kan biarkanmu terluka
Percayalah tiada LOVEMETER di dalam kisah ini
Karena kita bersama laksana angin dan partikel debu yang tak nampak tapi menyatu.
Langganan:
Postingan (Atom)