LAGUKU

Kamis, 18 Mei 2017

AKU RELA DIBENCI JIKA LIDAHKU MENAMBAH DUKA DI HIDUPMU

Hari ini aku utarakan sisa ceritaku yang aku rasa pantas untuk kamu dengarkan
Malam ini aku tangisi apa yang kamu pikirkan terhadapku
Malam ini aku sesali segala perkataanku
Tapi tidak aku sesali kejujuranku
Kejujuranku yang menyakitimu akan memberikan kebahagiaan sempurna
Tapi kebohongan yang kamu pilih akan memberikan kebahagiaan semu
Aku hanya ingin memberikan yang terbaik untukmu

Jika kamu sedang ada dalam kepalsuan, harusnya ini tidak aku ambil hati
Jika kamu merasa sendiri dan tidak ada yang mengertimu harusnya kamu ingat Allah tidak mempertemukan kita secara kebetulan atau hanya untuk bersenang-senang saja

Sejak dalam kandungan kita adalah pemeneng
Kita harus memerangi diri sendiri dan segala kesulitan bersama, hingga akhir
Aku tidak meminta kebahagiaanmu saja, aku tidak menerima kesusahanmu saja
Aku meminta semuanya dalam porsi yang wajar untuk kemudian aku kembalikan kepadamu dalam sebuah pilihan dan kamu pilih sendiri mana yang terbaik untukmu
Karena aku yakin sebenarnya kamu tahu, apa yang tebaik untukmu sendiri
Sementara aku bertugas mendampingi dan mendukungmu.

Dukunganku, semangatku, doaku, pembelaanku, kasih sayangku, pengertianku, harapanku untukmu semua memang kadang tidak aku suguhkan mentah-mentah di hadapanmu
Terkadang semua itu terselubung dalam perkataan dan aku tahu kamu tidak sebodoh itu menelannya mentah-mentah pula
Sekarang aku tahu bahwa kamu salah terima, sebenarnya tidak masalah karena aku pun tidak rugi apa-apa toh kita tetap bisa seperti biasanya
Tapi berapa lama kamu sembunyikan itu?
Tapi bagaimana bisa secara otomatis aku tahu apa yang terjadi padamu?
Tapi apa yang kamu pikirkan tentang aku?
Aku seperti parasit yang menempel pada inangnya, karena aku terus saja bercerita segalanya tentang hidupku, sementara kamu memendam sakit hati yang tak bisa aku ukur.

Sebagian candaan yang menjadi pukulan berat untukmu, sungguh aku tak bermaksud
Caraku mengimbangi pernyataan di dalam obrolan yang membuatmu menangis, sungguh aku tak bermaksud
Ingatlah apa yang aku katakan ketika kita bertemu berdua dan bertatap muka, sungguh aku mendukungmu seutuhnya.

Terimakasih kamu selalu ada di sisiku ketika aku butuhkan sekalipun kamu pendam suatu kebencian
Terimakasih kamu bersedia mendengarkan segala ceritaku  sekalipun bertolakbelakang dengan hidupmu
Terimakasih kamu masih sudi menjadi sahabatku meski telah aku goreskan luka yang dalam dihatimu
Dan terimakasih karena kamu telah terlahir di dunia ini

Kamu bukan temanku
Kamu juga bukan sahabatku
Tapi kamu adalah keluargaku