LAGUKU

Selasa, 20 Desember 2016

KASIH YANG DIHITUNG ATAS NAMA UANG

Apakah kesalahan yang besar menjadi guru dengan gaji yang tidak sebesar saudara yang lain?
Aku menyayangi ratusan anak2 itu aku menikmati berbagi ilmu meski terkadang sesamaku tak menyenangkan
Wajar bukan jika aku menceritakan tempat kerjaku kepada keluargaku?
Tapi di luar dugaan mereka memandang kesetaraanku dengan tidak pantas

Setiap hari aku mendengar perkataan aku harus berhenti menjadi guru mendapat pekerjaan lain mendapat uang banyak kemudian menikah seperti saudara ku
Aku menangis da menjerit dalam hati karna mereka memandang uang untuk sebuah kasih
Batinku bergelut hebat di luar didukung oleh beberapa teman dan paksaan dari keluarga
Aku berhenti menjadi pahlawan tanpa tanda jasa dengan harapan yang lebih baik menjadi bawahan saudaraku sendiri
Sepertinya nyaman dan menyenangkan jika bosku saudaraku
Aku bisabermain dengan malaikat kecil di rumah
Aku bisa mendapat barang dengan lebih murah

Apa yang terjadi?
Gaji guru naik, sementara ku terlanjur berucap.
Aku tak lagi mampu membeli apa yang aku mau
Aku tak lagi mendapat jam kerja yang benar
Aku tak lagu mendapat hari libur yang wajar
Membuat mereka seakan menyesal dan semakin memperjelas bahwa uanglah ukuran dari kasih

Sejak sebelum jadi seperti ini aku membeli barang dengan harga murah
Tapi setelah seperti ini harga barang dinaikkan di sisi lain aku merasakan  sakit di wajah
Balasan obrolan yang angkuh dan aku dikesampingkan
Ya... Saudaraku menganggapku seolah sebagai ajudan bukan saudara
Yang diawal aku tak mengerti aku sekarang mengerti bahwa ikatan saudara tak cukup ampuh untuk menjadi setara

Aku kenal lebih lama bahkan sejak lahir
Aku tahu cerita hidupnya sejak kecil
Tapi setelah ia berkeluarga
Aku tak lagi dapat cerita dan senyuman tulus
Aku tak lagi dapat apa yang harusnya seorang saudara dapatkan

Dalam doa aku menguntai harapan agar aku tak jadi orang lain bagi adik dan orang tuaku setelah aku berkeluarga
Agar aku tak mengukur kasihku pada anak2ku dengan gaji dan uang mereka
Agar adik dan orang tuaku mendapatkan apa yang seharusnya jadi hak mereka
Agar rumahtak jadi seperti meda perang dingin


Kamis, 15 Desember 2016

TIDAK PUAS

Ada orang yang ingin mati karena tidak mampu menanggung masalah
Ada orang yang ingin lebih banyak waktu hidup karena urusan yang belum selesai
Ada orang yang ingin sembuh dari ancaman kematian karena terlalu sakit
Ada orang yang ingin lebih dari nasib karena tidak bersyukur
Ada orang yang ingin orang lain jatuh karena iri
Ada orang yang ingin melihat orang lain bahagia karena ketulusan

Hidup bukanlah sekedar permainan yang bisa kita atur sesuka hati
Namun aku ingin sesuka hati bermain dengan aturan...
Aku juga ingin permainan yang mudah di kehidupan ini
Mungkin aku hanya kurang puas mungkin juga aku sudah muak dengan kebosanan

Ketidakberdayaaan macam apa ini?

Dari luar tubuhku perlahan panas tidak tertahankan
Dari dalam jatungku berdetak kencang, aliran darah tak seimbang dan tubuh gemetaran
Perlahan tapi menakutkan seakan waktuku tak banyak tersisa
Serangan panikku pun memperparah keadaan
Aku kembali berhalusinasi membuat tidurku tak nyenyak
Jika memang kemampuanku berkurang dan hampir mencapai batas akhir
Ya Allah beri aku kesempatan lebih, beri aku kesempatan untuk berbuat baik demi mengimbangi dosa
Ya Allah mudahkanlah jalanku untuk menggapai segala harapan dan impian
Ya Allah panjangkanlah umur kami agar dapat melihat anak cucu kami menikah
Ya Allah ringankanlah beban dan kesulitan keluargaku, orang-orang yang aku kasihi, saudara-saudara ku di belahan bumi yang lain dan aku

Tidak ada guna mengenang masa kejayaan dan kekuatan yang memuncak
Kini aku berharap aku mampu memperbauki segala yang ada di dalam diriku
Mengalahkan ego dan menjadi orang yang tegar
Berdiri kuat dengan kakiku sendiri
Menolong mereka yang bahkan untuk berteriak saja tak mampu

Aku manusia biasa yang akan usang tertelan waktu
Aku juga sosok yang tidak mudah ditaklukkan oleh siapa pun
Namun semua bukan kesalahanku semata karena bagaima aku kini adalah cerminan dari apa yang telah diajarkan padaku dan apa yang aku lihat
Ketika orang mengangap aku salah, aku tak pantas dan aku tak tau diri, mereka hanyalah orang yang tidak bersamaku di masa lalu
Aku maklumi karna bahkan orang yang bersamaku di masa lalu hingga kini juga belum mengerti aku

Karena orang terlalu mudah melihat kesalahan sehingga mereka lupa kebaikan apa yang pernah aku lakukan
Menggiring aku menjadi sosok yang diinginkan tanpa menunjukkan arak yang pantas untukku adalah mustahil
Aku berbeda dan tak akan pernah ada orang yang sama sekali pun itu kembar
Semoga segala harapanku bisa terjadi seiring aku memperbaiki diri, memperbaiki cara sembahyang, memperbaiki cara berkomunikasi dan merubah apa yang dianggap orang lain salah karena tidak setiap waktu dan tidak banyak orang yang merasakan ketidakberdayaanku...

Kamis, 08 Desember 2016

PELAJARAN TENTANG KEBIASAAN YANG HARUS DIBENARKA

1. Janagan membuang air pada suatu wadah dengan disiram tapi alirkan perlahan dengan rendah
2. Jangan sampai pakaianku basah ketika melakukan hal yang sederhana
3. Taruh gayung di tepi bak dalam keadaan tertelungkup
4. Jangan menggaruk bagian tubuh apa pun di sembarang tempat
5. Jangan lepas jaket atau menggulung lengan baju di sembarang tempat
6. Jangan membuat musik dengan tangan
7. Lakukan sesuatu yang benar tanpa disuruh
8. Jadi orang yang lebih bersih
9. Jangan makan di atas kasur
10. Jangan meminta makanan dari orang lain
11. Jangan bicara hal yang tidak penting
12. Jangan sampai wajahku jelek
13. Jangan merengek
14. Jangan seperti anak kecil
15. Harus wangi
16. Jangan banyak menangis
17. Jangan mandi terlalu malam
18. Busana harus serasi dan sesuai
19.

TIDAK AKAN SEBANDING APA PUN ALASANNYA

Aku menabung rasa dan kata maaf ribuan lembar
Aku bergegas membuka ponsel ketika berdering
Aku memikirkanmu setiap saat
Aku membuang rasa takut untukmu
Aku berdusta karena begitu menginginkanmu
Aku menangis memikirkanmu
Dulu aku dianggap anak baik walaupun liar, dan kini aku dianggap liar padahan aku sudah lebih baik
Kini Belum sebanding dengan apa yang kamu lakukan

Selasa, 06 Desember 2016

Penat



Aku ingin pergi ke tempat yang jauh dari sesak ini
Tempat yang …
lebih sepi dari kuburan
lebih hening dari sungai gangga
lebih luas dari alun-alun
dan lebih teduh dari hutan lindung
ingin ku buang semua penat dan sakit ini
berteriak keras tanpa ada yang tahu
mengamuk riang tanpa ada yang menghiraukan
tapi aku tak mau menangis bawang
karena air mata belum cukup pantas aku persembahkan

INI ADALAH KESALAHAN BUKAN KEKURANGAN

Rasa takut ku sudah sampai setengah perjalanan
Bagaimana dengan kalian?

Perbandingan pengorbanan yang jauh berbeda
Apa yang ku lakukan tak akan pernah sebanding dengan yang dilakukan oleh lelakiku
Akupun tak berharap akan jadi sebanding karena memang sudah demikian kodratnya
Aku takut sangat takut jika sampai ada alasan untuk tidak bertemu dengannya
Jangan sakit, jangan dengar berita, jangan mengeluh, jangan membangkang, jangan memaksa aku lakukan dengan sekuat tenagaku dan semua tahu aku bukan orang yang suka mencoba dan gagal
Hal yang aku perjuangkan kini adalah menghapus kesalahan, jangan sampai meneteskan air mata  karena aku sangat tidak pantas menerima air mata

Hatiku sakit setiap kekurangan fisikku diungkitnya padahal aku tak perlu fisik yg sempurna untuk mencintai atau dicintai, aku juga tak perlu mencintai hal yang tidak penting
Lebih menyenangkan kebersamaan dan kebahagiaan tanpa ketakutan
Salahku adalah membuang jiwa yang lama tanpa mampu memungutnya kembali
Kekuatan, keyakinan, kemampuan, penghargaan diri dan kepercayaan diri
Hari ini telah berbeda, aku tak bisa sendiri

Semua ini adalah kesalahan bukan kekuranganku
Aku terlalu lemah dan terlalu buruk
Sudah banyak kepalsuan, dulu aku dianggap cerdas memandang segala sesuatu kemudian aku lelah jadi orang BISA,
Menjadi bodoh tidaklah terlalu buruk karna kebodohan jauh lebih menakutkan
Aku berhenti menyakiti orang karenanya
Aku berhenti menatap dunia luar karenanya
Aku kurangi rasa ambisi karenanya
Aku buang kebencian karenanya
Namun semua belum cukup karena aku masih tetap penuh dengan kesalahan

Aku tak puas hanya dengan sedikit penghargaan
Kebiasaan 21tahunku bukanlah tipuan
Aku belajar dan aku mencoba lalu aku jadi minoritas dan aku tidak suka
Namun aku bersedia mengurangi kesalah di 21tahun dan menebus pengorbanannya
Aku akan menghapus kesalahan atas nama fisik dan sikapku

Jumat, 02 Desember 2016

cambuk lagu di angan

Aku bernyanyi di tengah hujan dengan suara lantang
Menciptakan nada dan lirik sesuka hati
Merilis adengan di dalam angan bak sutradara ternama
Sesaat melupakan kisah nyata yg tak  drama korea

Belum aku sadari bahwa ketika itu ada rasa perih di laguku
Mengingatkanku tentang pengorbanan seseorang
Seseorang yang tenang tapi memendam begitu dalam kerinduan
Seseorang yang menahan tumpukan rencana dan cara untuk bahagia
Seseorang yang membuang jauh egonya demi orang lain

Kemudian aku mengerti rasa perih itu berasal dari cambukan kisah kasih seseorang
Membuatku menangis tiada henti
Memperingatkanku untuk tidak banyak berminpi tapi cukup dengan memahami

Aku tersenyum, bercerita dan berjalan meski hatiku menangis
Aku masih bahagia bersamamu
Aku merasa sangat berarti untukmu
Aku menjadi kecil di hadapan pengorbananmu
Aku akan bersama mu selamanya

KENANGANKU DAN KALIAN



Kita Luar Biasa
Masih ingat waktu itu 18-19 Juni 2013
Di sore menjelang malam setelah ujian UAS terakhir dalam sejarah hidupku
Membeli sedikit cemilan untuk di perjalanan sebelum sampai rumah
Di umah menatap laptop mengakses jejaring facebook sementara bingung mau apa yang akan terlebih dulu dilakukan
Karena esok adalah hari menghadapi malam keakraban terakhir bersama kawan2 kelas

Dengan gontai dalam rasa sedih senang dan tak sabar
Perlahan tapi pasti setiap barang yang diperlukan dalam 2 hari 1 malam mulai masuk kedalam tas gendutku
Tak lupa dogi sebagai jubah kebesaran untuk latihan selepas sampai dari ungaran
Tak seperti biasa tidurku lebih awal, agar aku bias bangun pagi-pagi

Pagi pun tiba luar biasa aku bangun pagi kali ini
Cepat-cepat diri ini menghampiri kamar mandi dan mempersiapkan diri untuk berangkat ke kampus ungu sembari mengemasi perlengkapan mandi

Tiba di parkiran kampus 5 langkah beranjak dari motor seorang kawan di ujung arena parker menelfon mengomando agar aku memindahkan motor di lokasi penitipan yang sudah ditetapkan
Sejenak aku bertanya “teman yang lain ke mana bang?”
“Ada di gazebo!” katanya

Dua tas kakak beradik menemaniku kali ini
Di gazebo kawan2 sudah siaga menyongsong perjalanan jauh 4 jam
Ternyata jam keberangkatan mindur 2 jam dari yang ditargetkan
Hebatnya semua tetap senang kecuali bapak sopir bus tentunya yang sudah kering menunggu sedari pagi buta untuk keberangkatan


Memilih-milih tempat duduk dan fix sudah akhirnya kami berangkat juga
Layaknya anak kecil begitu bus mulai bergerak semuanya berteriak kegirangan
Perjalanan terasa lama meski diiringi nyanyian dan obrolan ringan
Tiba di lokasi ternyata kami harus jalan kaki sampai penginapan yang lelah, pegal, keringatan, sampai berkunang2 pun ada…
Istirahat setelah perjalanan dan acara game malam keakraban pun berlangsung
Diselingi Sholat jamaah bersama
Nyala redup lilin benar2 membuat aku tercengan
Secepat inikah kebersamaan dalam dunia kuliah kami usai
Di mana bahkan ada beberapa yang baru saja aku kenal baik
Di mana susah sedih bersama menerima tugas dan berjuang bersama dalam kelas
Seraya menampung kegelisahan akan perpisahan dinginya hawa gunung pun tak mampu membuatku meringkuk malam itu
Namun kala pagi dingin mulai menusuk tulang tapi untunglah sudah waktunya Subuh sekalianlah bangun melaksanakan kewajiban dan goooooo…..
Foto2 narsis menunggu kawan lain bangun dan cussssss mendaki gunung
Menerobos ke Sembilan candi ditemani pemandangan indah tak terlupakan
Meski hati rontok tak karuan mengetahui banyak makhluk yang tak ku sukai di sana
Hati senang riang berfoto ria dan bercanda syik di tengah hamparan alam manis dan cantik
Selesai sesi foto dan naik gunung mampirlah di sebuah warung souvenir membeli gelang2 gak jelas
Beranjak menuju penginapan seorang kawan memanggil dan yeeee…. Dapat sate kelinci gratis…
Kembali ke penginapan bersih-bersih dan makan siang,
Makan siang dengan menu paling enak
Tibalah saat penutupan bersama, berdoa dan berjabat tangan
Siapa sangka air mata tumpah ruah tak pria maupun wanita semua merasa kehilangan
Aku sedih tapi aku tak menanis karena ku rasa cukup semua ini menjadi awal dari kesuksesan kami semua
Perjalnan pulang terasa sepi
Terlihat lelah dan kusut di wajah kawan2
Tapi aku tetap ngoceh tiada akhir..dari pada toying
Membawa segudang kenangan dan beberapa kawan baru, waktu pulang terasa lebih cepat
Instruksi hati dan pikiranku melaju jangan lupakan saat2 ini dan kemarin
Menjelang Maghrib sampailah di kampus tercinta
Kala lampu terang menyala dalam bus semua berteriak, jujur arti teriakanku saat itu adalah sedikit ekspresi ketidakrelaanku semua ini berakhir cepat
Langkah berat menuju kos kawan dalam rangka persiapan latihan
Menyisakan rasa lara yang sulit dilukiskan dalam kebahagiaan yang terselubung

Tahukah kita, bahwa kita luar biasa?
Tahukah kita, bahwa kita adalah gerbang penerima perbedaan?
Tahukah kita, bahwa kita kini mulai hidup untuk jenjang nyawa yang lebih berada?

KITA ADA, KITA HEBAT, DAN KITA BISA MERAJAI DUNIA 10-S1SI-06