LAGUKU

Kamis, 08 Oktober 2015

SETERSIKSA AKU KAH ENGKAU

Kau ambil seluruh harapan hidupku
Kemudian aku bersyukur telah memilikimu

Seberapa besar keinginanku untuk memilikimu seutuhnya?
 Mungkin kau belum memahami.

Aku berjuang keras melakukan perkataanmu
Ya.... sulit bagiku....
Menahan rindu bertemu....
Menanti balasan pesanmu...
Mengharap kedatanganmu...
Semua terbalut dalam tangis dan sesak dada tanpa bisa kukendalikan

Sejak awal pasti kau tahu aku orang yang keras kepala
Aku pun salut atas kesabaran dan pengertianmu.
Terkadan aku merasa kau terlalu sempurna untuk seorang aku

Jangan pernah abaikan segala pertanyaan dan harapanku.
Marahlah dan teriaklah itu tak apa
Tapi jangan pernah kau beri aku kekosongan.

Hidupku kini adalah hanya untuk memikirkan segala tentang kita
Memang aku gudang kekurangan dan kau yang harus menuntunku menuju kesempurnaan.

Sabtu, 11 April 2015

Kram Jantung

Dokter olahraga yang sudah malang melintang menangani PSSI dan KONI DR med Suhantoro SpKO FACSM (K) mengatakan olahraga bisa menimbulkan masalah jika dilakukan tidak sesuai dosis, jenis olahraga dan umur.
“Orang banyak yang mengabaikan soal dosis olahraga yang aman sesuai umur, sehingga banyak kasus orang yang meninggal setelah olahraga,” kata DR Suhantoro dalam perbincangannya dengan detikHealth, Kamis (5/7/2012).
Ketika orang masih berusia 20-25 tahun atau sampai maksimal 30 tahun, tubuh masih bisa melakukan kompensasi terhadap kegiatan olahraga yang berat.
Tapi ketika usia seseorang sudah di atas 30 tahun maka orang perlu mengetahui dosis dan jenis olahraga yang aman sesuai usianya.
Saat berolahraga, kata DR Suhantoro, detak jantung, tekanan darah sistolik (atas), dan cardiac output (jumlah darah yang dipompa per denyut jantung) semua mengalami peningkatan.
Aliran darah ke jantung, otot, dan kulit juga meningkat. Akibatnya, metabolisme tubuh menjadi lebih aktif memproduksi CO2 (karbondioksida/oksida asam) dan H+ (ion proton) pada otot.
Akhirnya orang akan bernapas lebih cepat dan lebih dalam untuk memasok oksigen lebih banyak karena metabolisme yang meningkat ini. Tapi olahraga berat itu membuat metabolisme tubuh tidak bisa lagi hanya mengandalkan pasokan oksigen tapi menggunakan proses biokimia.
Proses biokimia ini menghasilkan asam laktat yang kemudian memasuki aliran darah. Penumpukan asam laktat ini akan membuat tubuh merasa capek saat olahraga. Kadar oksigen juga menurun akibat penumpukan karbondioksida dalam darah. Jika oksigen turun maka sel-sel tubuh akan mati.
“Jadi ada miliaran darah mati saat orang berolahraga, karena saat olahraga tubuh orang akan menjadi asam, Ph akan menjadi sekitar 6,7-6,8. Padahal tubuh itu harus dalam kondisi basa yaitu Ph 7,” ungkap DR Suhantoro.
Ada ancaman kematian jika Ph tubuh saat olahraga akibat kecapekan mencapai Ph 6,3. Inilah yang menyebabkan terjadi kram otot dan kram jantung yang membuat banyak orang terkena serangan jantung setelah berolahraga.
Tubuh perlu waktu sekitar 30 menit untuk menetralkan asam ini dengan cara istirahat. “Maka itu jika tubuh sudah ngos-ngosan sebaiknya istirahat dulu, jangan dipaksakan berlari terus ini untuk recovery,” kata dokter Suhantoro yang kini berusia 67 tahun.
Bagaimana dosis olahraga yang aman?
Menurut DR Suhantoro cara yang aman adalah mengukur denyut nadi maksimal (DNM). DNM adalah denyut nadi maksimal yang dihitung berdasarkan rumusan DNM = 220 – Umur, kemudian dikalikan dengan intensitas membakar lemak 60-70 persen DNM.
DR Suhantoro mencontohkan orang yang berusia 40 tahun maka DNM saat ia berolahraga adalah 220 – 40 = 180. Kemudian angka 180 dikalikan dengan 60 persen untuk batas ringan dan 70 persen untuk batas atas yang hasilnya 108-126 per menit.
Dengan mengetahui denyut nadi tersebut, maka orang yang berusia 40 tahun harus berhenti sejenak dari olahraganya ketika denyut nadinya sudah melampaui 126 per menit. Jika masih dipaksakan yang terjadi adalah kram jantung yang membuat serangan jantung.
Untuk menghitung denyut jantung bisa dengan cara menghitung nadi di dekat tangan atau yang lebih praktis memakai jam yang ada detak jantungnya.
“Sekali lagi perlu diperhatikan kondisi denyut jantung saat berolahraga jangan sampai melebihi batas maksimal yang bisa membahayakan jantung,” ingat Dr Suhantoro.
Jika sudah merasa melampaui dosis saat lari di futsal misalnya, berikan saja bola-bola itu ke orang lain yang masih kuat. Satu lagi saat istirahat minumlah air dengan suhu 15-16 derajat atau minuman manisdengan kadar gula 2,5-5 persen. “Minuman yang terlalu dingin akan sulit diabsorb tubuh karena suhu tubuh setelah olahraga sedang dalam kondisi panas,” jelasnya. (sumber : surabaya.detik.com)

baru tau ketika seseorang mengusulkan bawalah permen ketika kamu latihan dan jangan minum yang dingin....
Thanks Bro... dan....
I DID IT.....

Jumat, 16 Januari 2015

Semua Berlalu Begitu Saja Bukan?

Tak peduli seberapa marah, jengkel dan sebalnya aku....
Aku tak pernah bisa pergi dan berlalu darimu meski hanya sejenak.
Pernah aku berfikir kenapa harus selalu aku yang kembali?
Kenapa harus selalu aku yang berlari?
Tapi kemudian aku tau jawabannya...
Karna kau menyayangiku dengan sangat...
Karna kau menghujani aku dengan kesabaran yang lebat...
Karna kau mengerti aku dari segala arah...
Itulah yang mengikatku padamu.

Kebersamaan itu memang tak selalu mudah sayang....
Aku yang semakin lama bersamamu menjadi semakin manja, dan selalu cari perhatian....
Aku yakin itu menjadi ujian hebat untukmu karna aku begitu nakal dan susah diatur.
Aku bisa menjadi wanita yang serba sendiri tapi aku tau keberadaanmu
Maka aku ingin berbagi dalam segala hal
Maka aku ingin bersama satiap saat

Ribuan kilo yang ku tempuh...
Banyaknya waktu yang ku pilih...
Segala urusan yang ku tepis....
Semua untukmu aku yakin tak akan sia-sia.

Terbayang betapa indah ketika kita bersama secara hakekat
Setiap hari bersama dan bertemu...
Mengurus dan mendidik anak-anak kita...
Membagi rejeki untuk orang tua dan keluarga kita...

Mungkin kau tak berani bermimpi melewati batas
Tapi aku berani bermimpi dengan segala ketakutan dan kemungkinan bahwa aku dan kau masih berpeluang untuk tak bersama. Pasti aku kan bertahan dan tetap bersamamu.
Segala angan yang mengerikan dan tak diharapkan aku hapus dalam proses pembelajaran cintakasih ini....

Maklumkan dan maafkanlah egois dan kekanakanku sayang...
Sekalipun maaf tak berlaku lagi karna kesalahan yang tetap ku ulangi
Ketahuilah masih ada sisi asli dan baik yang akan kau ketahui dariku nanti

Terimakasih untuk keberadaanmu di sisiku selama ini dan nanti....
Walaupun aku belum jadi yang terbaik kini tapi bagiku kaulah yang terbaik.
Pastikanlah kedua keluarga kita merestui....
Amin Ya Allah...