Menjalani semuanya bersama....
Seperti kata Ibuku "Bagaimana bisa bertahan selama ini?"
Aku pun tak menjawab...
Bukan karena hal dari angka 1 sampai sekian, seperti wanita lain mencintai seorang pria...
Mungkin Ia tak tau bahwa aku sudah memperhatikan foto2 dan dirinya, bahkan sebelum Ia bersamaku
Mungkin juga Ia tak tau bahwa aku pernah melihatnya menjadi pria peringkat ke 5 yang paling sering melihat profil FB ku, dan ya sama sebelum Ia bersamaku
Mungkin pula Ia tak tau aku pernah membayangkan Ia menjadi Lelakiku ketika Ia dulu sering berbagi cerita denganku tentang seseorang
Aku yakini pertanyaan besar berada di fikirannya karena setelah tanggal 24 kami sempat terpisah jarak.
Banyak insan bertanya bagaimana aku menyayangi dan mencintai Ia, dan semua sama aku jawab mungkin aku Khilaf, padahal tidak.
Aku terpikat pada Pria bukan yang pertama karena raga, harta, atau pesonanya
Namun karena perhatian dan cara mereka memperlakukan orang lain.
Bagaimana Ia menawarkan bantuan untuk membawakan barang berat yang sedang ditanggung seorang wanita?
Bagaimana Ia menggandeng tangan seorang wanita ketika melewati lokasi berbahaya?
Bagaimana Ia bertukar posisi memilih berada di posisi merapat ke jalan ketika berjalan beriringan di tepi jalan?
Bagaimana Ia berinisiatif membantu orang di sekitarnya?
Bagaimana Ia spontan berpendapat terhadap sesamanya?
Itulah kenapa aku meski sering jatuh hati tapi aku tak pernah mengakuinya.Karena aku belum pernah menemukan orang seperti Ia.
Berapa kali aku jatuh hati, aku pun tak tau pasti tapi yang jelas aku tak pernah sedalam ini mengasihi seseorang.
Hingga dalam mimpi sekalipun aku ketakutan akan kehilangan Ia.
Saat aku berkata dan Ia terdiam pun aku berfikir apa salahku kenapa Ia tak menanggapi perkataanku, padahal aku paling benci tak dianggap, tapi untuknya aku tetap kembali dan tak bisa membenci.
Bahkan ketika Ia tak segera membalas SMS atau BBM ku, dalam hati aku bertanya kenapa dan kenapa belum dibalas jua...
Sungguh dengan benar aku tak sempurna, bisa jadi memang benar apa kata seseorang bahwa aku mandiri tapi kemandirian dan kemampuan tak terlihat sementara raga terpampang nyata dapat ditatap.
Aku sederhana bahkan minus penampilan, terkadang ketololanku begitu nyata bisa dilihat.
Seberapa lama Ia akan hanya menatapku? Semoga Allah mengizinkan selamanya....
Ia sangat luar biasa dalam membantuku mengambil keputusan, walau mungkin aku jarang membantunya membuat keputusan, itu semua karena aku ingin ia menjadi seorang pemimpin yang utuh.
Percaya tak percaya beberapa kesamaan di antara kami yang kadang bisa menjadi membuatku terheran:
1. Tahun lahir kami sama 1992
2. Bulan lahir kami sama Juli
3. Hari lahir kami sama Kamis
4. Shio kami sama Monyet
5. Plat motor kami sama mengandung huruf B
6. Bela diri kami sama
7. Kampus kami sama
8. Kami sama lulusan SMK
9.Kami sama senang mencurahkan isi hati lewat tulisan
10. Kami sama punya adik terakhir perempuan
dan mungkin masih banyak kesamaan...
Banyak juga perbedaan diantara kami tapi bukanlah pasangan itu hadir untuk saling melengkapi?