Lihat bulan dan sebuah bintang itu bersanding bermalam-malam
Meski posisi berubah dan bintang lain yang mengitari tetaplah mereka berdua yang terindah
Aku dan kamu tak nampak satu walau pun semua telah indah
Rasaku padamu tak terukur, sejauh? seluas? sebesar? tiada akan terjamah oleh kata dan rupa
Tak ada pengukur cinta di dunia ini sekalipun matamu mencari ujung kata cinta melewati mata yang lain
Hati rapuh setipis lapisan embun beku yang takut kehilangan
Akal dalam misteri membungkus kaku raga yang takut kembali dibuang
Jiwa menggigil dalam nol derajat yang takut tertelan gelap karena bosan
Yakin yang entah datang dari manalah yang membuatku bertahan tak tergoyahkan
Ingin ku teriakkan seberapa aku bertahtakan kekurangan
Menyebar serpihan kata dalam setiap keping ketidakpantasan
Menyapu awan hitam yang mungkin membuatmu menyadari nanti seberapa kusam sutra hati
Seribu kata tidak akan membuat segala utuh jika telah kau bantai
Maka jagalah dari segala sisi supaya semua menjadi pasti dan terpatri utuh
Semasa hati ini memilihmu aku tak akan lari
Selama yakin ini padamu aku tak akan bosan
Sepanjang setiamu untuk ikatan ini aku tak akan berpaling
Sejauh mata ini memandang ketulusanmu aku tak kan biarkanmu terluka
Percayalah tiada LOVEMETER di dalam kisah ini
Karena kita bersama laksana angin dan partikel debu yang tak nampak tapi menyatu.