Pengakuan baru saja
kubuat di kedua sahabat luar bisaaku
Mereka marah,
menyesalkan, dan terkejut kala itu
Pengakuan aneh
muncul dari bibir pedasku
Pertama dalam
hidup aku mengakui aku pernah mengasihinya
Mungkin aku menyesal
setelah mengetahui bahwa kau pun dulu sebenarnya mengasihiku
Namun aku tak bisa,
sungguh tak bisa…
Karena ada orang
ketiga yang pun mencintaimu
Melewati batas
kesempurnaan dan kedewasaan aku jadikan satu kalian berdua
Aku sakit,
meringis tragis dalam hati
Dan semua pernah
ku rasa berlalu
Sebuah harapan bahwa
dengan manja, pesona, dan sisi lain seorang ia dapat membahagiakanmu
Sulit sungguh tak bisa
kulupakan kata2nya tentang aku yang terlanjur menggores hatiku
Aku faham dan aku
tau dia tak suka padaku
Tapi aku bisa apa
jika aku bersamamu maka ia akan tersakiti
Sementara aku
sadar betul ia tak sekuat aku
Sementara ia
mengaku kan lari dari semua tanggungkawab yang sudah kita percayakan bila kau
tak bersamanya
Pernah ku berfikir
jika membahagiakan ia saja kau tak mampu
Jika memegang
kendali amarahnya saja kau kualahan
Bisakah kau jadi
imamku?
Terlepas dari apakah
dengan saling memiliki kalian bahagia?
Baru ku sadari
bukan dari satu sisi penerimaan kita kan bahagia
Tapi dari timbal balik
umpan hati yang terpautkan
Aku sudah jera,
mati rasa melihat kalian dalam gandeng tangan dan kata cinta
Maka ku buat
kalian benci padaku dengan harapan aku bisa mebenci kalian
Lalu ku hapus
semua foto kau dan aku dalam 1 frame
Dan kutenggelamkan
kepedihan dalam tangis yang tak terealisasi
Aku hanya ingin
kau tau aku bukan gadis lemah
Aku hanya ingin
kau bahagia,
Jika kau bersamaku
mungkin kau dan dia menderita
Tapi jika kau
bersamanya mungkin kalian akan bahagia
Meski cintamu baru
tumbuh di pertengahan jalan
Paling tidak 2
bahagia 1 menderita lebih baik
Dari pada 1
bahagia dan 2 menderita
Semua rasa dan asa
yang ku tuangkan dalam kisah diatas pun melebur hangus
Ketika aku tahu ia
yang sudah pernah aku percayai untuk membahagiakanmu
Membagi dua
hatinya untuk orang lain
Membandingkanmu dengan
sosok idamannya yang lain
Menyesali apa yang
telah terjadi bersamamu
Terus mengumbar
wajah muram di hadapanmu
Aku harus apa?
Rasa ngilu di dada
ini dua kali lipat
Andai bisa ku katakana
padanya..
“cukup cukupkanlah…
kerelaan ini sudah buat aku terhempas jauh jangan lagi kau bakar musnah dengan
sebuah pengianatan hati”
Aku tak mau ia
menyakitimu
Jadi jangan bicara
tentang perasaan padaku
Karena kalian tak
tau nseperti apa rasa ini ketika melihat kalian
Jadi jangan sok
kuat di depanku karena hati ini sudah tak kenal lagi cemburu
Bahkan aku suap
hatiku sendiri demi tetap berdirinya sebuah perkumpulan sejati