LAGUKU

Minggu, 23 September 2012

Kata Hati



Pernahkah kau bertanya?
Bagaimana hati bias bicara?
Menelisik sejenak insane yang meragu
Pertengkaran hati dan fikiran makin meracun

Mata yang terpejam dalam paksa
Raga ya ng terbaring medekap lembayung fajar
Tak jua melepas mimpi sang kelana
Membawa ukiran hati dalam cerita

Tali temali ikatan ragawi
Bukanlah pintu penembus siasat picik
Mungkin hati berkata serupa bibir
Tetap dinamis saja semua berkedok naïf

Tak mau ku jadi malaikat bertanduk
Hanya iba yang ku jadikan tumbalnya
Niat ini baik meski jarang terbidik
Lihat saja ketika tiap kejadian membawa kita semua pada sebuah pembenaran
 Maka aku kan tersenyum dan menatap kalian untuk yang terakhir

Minggu, 16 September 2012

Sembunyi dalam Sunyi



Aku lebih dulu mengenalmu
Menatap dan mewangi indah rupamu
Walau sebuah seleksi dari sisi dunia lain memisahkan aku dan kamu
Namun hatiku tak jenuh ikut campur

Dalam sebuah simfony tragis
Lorong koneksi membawamu pada sosok lain
Aku tahu kala pertama ku lihat kau dan ia bertatapan
Kau tak akan pernah bisa ku jamah kau lebih lanjut

Matahari timbul tenggelam silih berganti
Kini kau dan ia jadi kalian
Sementara aku sembunyi dalam sunyi sakit
Namun hatiku tak bergeming

Aku turun tangan mematahkan setiap duri antara kalian
Aku emban tugas untuk tetap membuat kalian satu
Tanpa ada yang tau tangisan dalam kalbuku

Aku memohon pada seorang pembawa arah nasib kalian
Untuk sebuah senyum dan bahagia antara kalian
Aku temui solusi keji hinga menjadikan aku seakan tak manusiawi
Walau aku dianggap penghianat
Walau aku nampak jahat
Tetap aku emban tugas nan rumit dan anti lugas

Bahkan saat kau benar-benar pergi
Masih ku peluk dalam tangis ragamu
Dan aku taruhkan nyawa serta harga diri demi setiap kisah antara kalian
Meski aku tetap terpenjara dalam sunyi dan  bersembunyi dalam kenyataan dan peristiwa