Pernahkah kau bertanya?
Bagaimana hati bias bicara?
Menelisik sejenak insane yang
meragu
Pertengkaran hati dan fikiran makin
meracun
Mata yang terpejam dalam paksa
Raga ya ng terbaring medekap
lembayung fajar
Tak jua melepas mimpi sang kelana
Membawa ukiran hati dalam cerita
Tali temali ikatan ragawi
Bukanlah pintu penembus siasat
picik
Mungkin hati berkata serupa bibir
Tetap dinamis saja semua berkedok naïf
Tak mau ku jadi malaikat bertanduk
Hanya iba yang ku jadikan tumbalnya
Niat ini baik meski jarang terbidik
Lihat saja ketika tiap kejadian
membawa kita semua pada sebuah pembenaran
Maka aku kan tersenyum dan menatap kalian untuk yang terakhir