Beliau…!
Beliau, yang
bekerja keras dan bantung tulang
Untuk kami makan
dan hidup bahkan sebelum kami lahir
Rela mati dan
bermandikan peluh
Demi kebahagiaan
kami setelah kami lahir
Ikhlas memaafkan,
mendoakan, dan terluka
Demi keberhasilan
kami
Sejak kami mengerti
arti cobaan
Tak bosan buka mata
sebelum jauh sebelum mentari merambat di ufuk timur
Memendam kecewa dan
marah
Meski harus tidur
sehari hanya 2 jam
Di bawah telapak
mereka ada surge
Di setiap restu mereka ada jalan
Di balik nasehat
mereka ada rencana
Entah itu hutang
atau anugerah?
Senyatanya kami
menyayangi mereka
Mereka kebanggaan
yang termewah dalam takdir kami
Guru dan energy
bagi drama yang kami lakoni
Dengan segudang
perak!
Segunung emas!
Sekarung berlian!
Bahkan nyawa kami
pun!
tidak cukup dan sangat kurang
tidak cukup dan sangat kurang
Untuk membalas budi
baik sebaik kemuliaan yang termulia dari mereka
Kami menyesal
pernah menyakiti hati mereka
Menangis saat
terbawa amarah
Membuat mereka
berteriak
Melebarkan mata dan
menghujat
Kemudian…merenung
dan tersadar bahwa itu sungguh talk pantas
Kini hanya ucapan
terima kasih
Hanya setitik
bantuan
Yang bias kami
persembahkan hanya untuk…
AYAH dan IBU
tersayang….